investigasibhayangkara.com
Jumat, 3 Oktober 2025
Aceh Barat Daya – Pemadaman listrik berkepanjangan di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) menimbulkan kerugian besar bagi warga. Muhammad Hatta, peternak ayam broiler asal Gampong Blang Raja, Kecamatan Babahrot, kehilangan sekitar 18 ribu ekor ayam siap panen yang mati secara massal akibat kepanasan.
Kerugian ditaksir mencapai Rp800 juta, mencakup bibit ayam, pakan sebanyak 1.300 sak, serta operasional lainnya.
Hatta mengaku kecewa karena PLN tidak memberikan pemberitahuan terkait lamanya pemadaman yang mencapai tiga hari.
“Kalau ada pemberitahuan, kami bisa antisipasi dengan menambah genset. Genset itu pertolongan pertama.
Kalau tahu sampai tiga hari, kami tentu cari tambahan genset,” ujarnya, Kamis (2/10/2025).
Ia meminta PLN bertanggung jawab atas kerugian yang dialaminya.
“Saya minta PLN mengganti genset yang rusak, juga kerugian dari bibit dan pakan.
Jangan bicara untung dulu, modal saya saja habis,” tegasnya.
Respons PLN
Menanggapi hal tersebut, Manajer Komunikasi dan TJSL PLN UID Aceh, Lukman Hakim, mengatakan pihaknya masih menunggu hasil investigasi di lapangan sebelum mengambil sikap.
“Untuk saat ini kami masih menunggu penyebab gangguan yang terjadi.
PLN sebagai perusahaan negara tetap berpedoman pada aturan dan menghargai hasil investigasi,” katanya saat dikonfirmasi, Jumat (3/10/2025).
Namun, Lukman belum memberikan pernyataan tegas mengenai tuntutan ganti rugi yang diajukan warga.









