oleh

2 Pengedar Obat llegal Di Tangkap Polres Jepara

Jepara Investigasi Bhayangkara Indonesia, com. Jum’at 06 November 2020 pukul 13.50 s.d 14.00 Wib bertempat di lobi Mapolres Jepara telah berlangsung Kegiatan Konferensi Pers Humas Polres Jepara terkait kasus Obat ilegal tanpa ijin edar.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolres Jepara AKBP Aris Tri Yunarko, S.I.K, M.SI. Kabag Ops Polres Jepara Kompol Yohan Setiajid, S.H., M.Hum. Kasatresnarkoba Polres Jepara Iptu R. Aries Sulistiyono, S.H.
Kasubbag Humas Polres Jepara Iptu Edy Purwanto.

Tersangka yang berhasil diamankan sebanyak 2 orang antara lain :

  1. MUHAMMAD ULIL AZMI Bin TARKIP, Umur : 25 Tahun, Agama Islam, Pekerjaan Swasta, Alamat : Kel. Buko, Rt.03 / VII, Kec. Wedung, Kab. Demak.
  2. ALI WAHYUDI Bin ALI KUMAIDI, Umur : 31 Tahun, Agama Islam, Pekerjaan Swasta, Alamat : Kel. Bulu Rt. 03 / VII, Kec. Jepara, Kab. Jepara.

Barang bukti yang diamankan yaitu
Kapsul warna merah putih sebanyak 2950 butir. Kapsul warna hijau putih sebanyak 4460 butir. Kapsul warna kuning emas sebanyak 4550 butir. Kapsul warna hijau sebanyak 3500 butir. Kapsul warna ungu sebanyak 3500 butir. Kapsul warna Biru muda sebanyak 200 butir. Kapsul warna Biru tua sebanyak 800 butir. Kapsul warna putih sebanyak 6166 butir. Kapsul warna merah sebanyak 2800 butir. Kapsul warna merah hitam sebanyak 800 butir.

Obat warna hijau muda sebanyak 40 butir. 10 botol merk Grow-up warna putih. 316 botol warna putih polos ukuran kecil bentuk bulat lancip tanpa tutup.

78 botol warna putih polos ukuran kecil. 98 botol warna putih polos ukuran sedang 255 tutup botol warna putih poloskecil. 50 tutup botol warna putih polos sedang. 348 tutup botol  warna bening kecil. 25 botol merk Sodium Bicarbonate warna putih. 200 botol warna biru polos tanpa tutup
200 tutup botol warna biru polos
40 botol merk CT collagen warma bening kecil.

31 botol warna hitam polos kecil.
181 botol merk Suprema warna hitam kecil. 7 botol merk Yacona warna putih kecil. 2 botol merk S.Lutena warna putih kecil tanpa tutup. 2 botol merk Semen Count warna putih tanpa tutup. 4 botol merk Gravisto warna putih kecil berisi kapsul. 3 botol merk Recardio warna putih kecil tanpa tutup.

2 botol merk Diabmine warna putih kecil tanpa tutup. 52 kardus kemasan bertuliskan GD Him. 49 kardus kemasan bertuliskan G- Nutri. 62 kardus kemasan bertuliskan Konsend. 110 kardus kemasan bertuliskan Snow.
14 kardus kemasan bertuliskan Ke-One. 23 kardus kemasan bertuliskan Anta pro Bharata. 15 kardus kemasan bertuliskan Glundi Forte. 55 kardus kemasan bertuliskan SlimGard. 35 kardus kemasan bertuliskan naturatensi. 25 kardus kemasan bertuliskan Yacona. 18 kardus kemasan bertuliskan Biodeto. 20 kardus kemasan bertuliskan Papiluz. 96 kardus kemasan bertuliskan Detocline. 39 kardus kemasan bertuliskan Jundo Macca. 20 kardus kemasan bertuliskan Ekositin. 20 kardus kemasan bertuliskan Imove.
6 kemasan bertuliskan Pro Herbarix. 146 kardus kemasan bertuliskan Bioseefit. 108 kardus kemasan bertuliskan CT Collagen. 83 kardus kemasan bertuliskan Topviz. 161 kardus kemasan bertuliskan Exxtens. 29 kardus kemasan bertuliskan Prostero.

49 kardus kemasan bertuliskan Cardio Normin. 20 kardus kemasan bertuliskan Samulinpro. 45 kardus kemasan bertuliskan Testoherb. 59 kardus kemasan bertuliskan Focuson. 49 kardus kemasan bertuliskan Manup. 14 kardus kemasan bertuliskan ARTRI Block. 26 kardus kemasan bertuliskan Violen 25 kardus kemasan bertuliskan Jointcare. 3 kardus kemasan bertuliskan Detoxic 4 kardus kemasan bertuliskan Gravisto.

89 kardus kemasan bertuliskan Complexia. 93 kardus kemasan bertuliskan HSC
4 kardus kemasan bertuliskan Flek Active

17 kardus kemasan bertuliskan GOKOLES. 4 kardus kemasan bertuliskan DIABMINE. 10 kardus kemasan bertuliskan JOINTS FLEXA. 13 botol JOINTS FLEXA berisi kapsul. 20 botol GOKOLES berisi kapsul. 13 botol DIABMINE berisi kapsul. 22 botol Anta Pro Bharata berisi kapsul. 5 botol SUPERMA berisi kapsul. 48 botol EXXTENS berisi kapsul. 2 botol GROW UP berisi kapsul. 1 kemasan RECARDIO berisi kapsul.

1 kemasan Anta Pro Bharata berisi kapsul. 1 kemasan SNOW berisi kapsul. 1 kemasan ARTRI Block berisi kapsul. 1 kemasan Violen berisi kapsul. 1 kemasan JOINTSFLEXA berisi kapsul. 1 kemasan DIABMINE berisi kapsul. 1 kemasan HSC berisi kapsul. 1 kemasan TOPVIZ berisi kapsul. 1 kemasan Focuson berisi kapsul. 2 kemasan GOKOLES berisi kapsul.

1 botol KETO berisi kapsul. 1 botol TENSILAB berisi kapsul. 1 botol Maxiburn berisi kapsul. 1 botol Dr. LEE SOO WOOK berisi kapsul. Stiker bermacam merk utuh sebanyak 250 lembar. Stiker bermacam merk sisa digunakan sebanyak 110 lembar. 340 botol sedang warna putih bertuliskan HDPE tanpa tutup. 121 botol warna putih bertuliskan PET tanpa tutup. 86 botol kecil putih bertuliskan HDPE tanpa tutup. Tutup botol warna biru sebanyak 96 buah.

Tutup botol warna putih sebanyak 277 buah. Sisa GEL DE SILICE sebanyak 1 pack.
Bubuk CAP BOTOL 1 bungkus.
Manci kecil berisi bubuk sebanyak 1 buah. Sikat dan serok merk MASPION warna biru sebanyak 1 pasang. Baskom terbuat dari plastik   sebanyak 16 buah. 1 buah Kartu ATM Bank BNI bertuliskan angka 1946 3404 3019 2703. 1 buah Handphone Merk Samsung warna hitam beserta kartu Sim Card. 1 buah Handphone Merk Vivo warna hitam beserta kartu Sim Card. Uang tunai Rp. 500.000,- (lima ratus ribu rupiah)

Proses penangkapan
Bermula dari Sat Narkoba Polres Jepara mendapat informasi dari masyarakat bahwa di Kos milik Sdr. ANAM Kel. Saripan Rt. – Rw. – Kec. Jepara Kab. Jepara dipergunakan untuk memproduksi dan menjual / mengedarkan obat – obatan tanpa ijin, “Atas dasar informasi dari masyarakat tersebut, selanjutnya petugas dari Sat Narkoba Polres Jepara  menindaklanjuti informasi tersebut dengan melakukan penyelidikan” ungkap Kapolres Jepara AKBP. Aris Tri Yunarko. S.I.K, M.Sl Sulistiyono. SH, pada awak media,

“Kemudian Pada hari Jumat lanjut Kapolres, tanggal 30 Oktober 2020 sekitar pukul 19. 30 Wib pada saat petugas dari Sat Narkoba Polres Jepara melakukan penyelidikan ditempat tersebut melihat aktifitas yang mencurigakan tempat kost tersebut, atas dasar kecurigaan tersebut kemudian petugas dari Sat Narkoba Polres Jepara langsung melakukan penggrebekan dirumah tersebut dan dapat dilakukan penangkapan terhadap Sdr. MUHAMMAD ULIL AZMI Bin TARKIP  yang sedang membungkus obat” ujarnya.

selanjutnya dilakukan penggledahan ditempat tersebut dan ditemukan barang bukti tersebut diatas, dan pada saat dilakukan introgasi secara lisan ia menerangkan bahwa obat – obatan tersebut diatas milik Sdr. ALI WAHYUDI Bin ALI KUMAIDI dan selanjutya dapat dilakukan penangkapan terhadap Sdr. ALI WAHYUDI Bin ALI KUMAIDI, kemudian kedua tersangka beserta barang bukti diamanakan ke Polres Jepara untuk diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.

Kapolres mengatakan keduanya di kenakan Pasal yang dilanggar Primer 197 Subsider Pasal 196 UU RI Nomor 36 Tahun, tentang kesehatan. 

Primer Pasal 197 Subsider Pasal 196 UU RI No. 35 Tahun 2009, tentang Narkotika.
Setiap orang yang dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi dan atau alat kesehatan yang tidak memiliki izin edar Subsider Setiap orang yang dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi dan atau alat kesehatan  yang tidak memenuhi standar dan atau persyaratan keamanan, khasiat atau kemanfaatan dan mutu” papar kapolres.

Kedua tersangka Diancam hukuman
Primer Pasal 197 UU RI No. 36 Tahun 2009, tentang Kesehatan.
Dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 ( lima belas ) tahun dan denda paling banyak Rp. 1.500. 000.000,00 – ( satu milyar lima ratus juta rupiah ). Primer Pasal 196 UU RI No. 36 Tahun 2009, tentang Kesehatan.
Ancaman pidana 10 Th penjara  dan denda paling banyak Rp. 1. 000. 000. 000, – ( satu milyar  rupiah ). 

Menurut Kapolres Konferensi Pers bertujuan untuk memberikan informasi kepada masyarakat terkait kasus atau kejahatan menonjol di wilayah Kab. Jepara yang telah berhasil diungkap oleh Satresnarkoba Polres Jepara.

Selama berlangsungnya kegiatan berjalan aman, lancar dan kondusif.

(Syailendra)

Komentar

News Feed