oleh

25 Siswa Sekolah Asrama di Timika Alami Pelecehan Seksual

Investigasi Bhayangkara Indonesia .comT
  Dalam rilis Polres Mimika, sebanyak 25 siswa berusia 6-13 tahun diduga mengalami pelecehan seksual dan kekerasan fisik pada sebuah sekolah asrama di Timika, Kabupaten Mimika. 

Dalam rilis ini juga ditulis, pelaku diduga adalah tenaga honorer yang biasa memandikan , siswa di asrama itu. Dalam penyelidikan polisi diketahui pelaku berinisial DFL (30) melakukan aksinya dikarenakan terangsang saat memandikan anak-anak tersebut. 

Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Hermanto didampingi KBO Satreskrim Iptu Andi Suhidin, Kanit PPA Iptu Fanny Silvia dan Pejabat sementara Kasubag Humas Polres Mimika Ipda Hempy Ona merilis hasil temuan pelecehan seksual yang diduga dilakukan oleh DFL (30). “Pelaku bekerja pada asrama sekolah tersebut sejak 2020,” jelasnya, Jumat 12 Maret 2021. 

Hermanto menyebutkan, pelecehan seksual dan kekerasan fisik kepada 25 anak asrama diketahui oleh kepala sekolah di sekolah itu mendapati seorang anak yang menangis di dalam kamarnya.

Saat itu, kata Hermanto, kepala sekolah langsung menanyakan masalah yang terjadi dan anak tersebut menceritakan kejadian yang dialaminya. Dari kisah sang anak ini, kepala sekolah melaporkan kejadian di dalam asrama kepada kepolisian setempat. 

Dalam penyelidikan polisi, diketahui 25 anak mengalami pelecehan seksual dan kekerasan fisik, dengan rincian 10 anak merupakan korban pelecehan seksual atau cabul oleh pelaku.

“Sebanyak 15 anak lainnya mendapat perlakuan kekerasan. Kebanyakan dari korban adalah anak-anak laki dan untuk korban berjenis kelamin perempuan terdapat 1 orang,” kata Hermanto. Polisi mendapati barang bukti dalam kejadian ini berupa sebatang kayu dan sehelai kabel yang digunakan pelaku untuk mengancam dan memukul para korban.

Atas perbuatannya, DFL (30) dijerat dengan Undang-undang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 5 sampai dengan 15 tahun, ditambah sepertiga dari hukuman tersebut sehingga menjadi 5 sampai 20 tahun.

“Saat ini para korban didampingi oleh P2TP2A dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak Kabupaten Mimika, untuk dilakukan pendampingan khusus,” katanya

Rilis Tim IBI Papua

Komentar

News Feed