oleh

6 Pekerja Perusahaan Meubel di Kabupaten Demak, Terpapar Covid 19

Demak Investigasi Bhayangkara Indonesia, com. Walau sudah beberapa kali diadakan rapid test dan swap mandiri bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Demak, untuk mencegah penyebaran Covid 19 di lingkungan perusahaan, ditemukan 6 pekerja PT. Cantique Inti Decoration Mranggen, terpapar covid 19.

Hal itu disampaikan oleh Kristianto, Manajer HRD PT. Cantique Inti Decoration saat ditemui awak media, usai diadakan swap mandiri bagi internal perusahaan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Demak pada rabu, (23/9/2020) dari jam 10.00 – 15.00 di halaman dalam perusahaan meubel yang beralamat di Jl. Semarang-Purwodadi KM 17.8 Kalitengah, Mranggen Kabupaten Demak.

“Dari hasil swap yang sudah dilaksanakan, dinyatakan positif 3 orang dan sudah dikarantina di rumah dinas Walikota Semarang. Sedang yang 3 lagi masih reaktif dan sudah menjalani isolasi mandiri,” jelas Kristianto.

Dijelaskan pula oleh Manajer HRD ramah ini, bahwa pekerja yang positif terpapar covid 19, meliput 2 orang perempuan berasal dari Tegowanu (Grobogan) dan Mranggen (Demak), sedang yang satunya (laki-laki) berasal dari Bandungan, (Kabupaten Semarang) dan selama ini tinggal di mess pekerja yang dimiliki oleh perusahaan yang lokasinya ada di Kota Semarang.

Sementara 3 orang yang dinyatakan reaktif dan sudah dalam proses menjalani isolasi mandiri, masing-masing berasal dari Kabupaten Kudus, Karangawen dan Kalitengah.

Dengan kondisi yang demikian, lanjutnya, maka perusahaan akan melakukan evaluasi terhadap kebijakan yang dikeluarkan selama ini dan akan dilakukan edukasi terkait protokol kesehatan terhadap para pekerja.

“Ya harapannya, agar semua sadar dan paham untuk menaati protokol kesehatan sehingga semua sehat dan selamat,” tandasnya.

Eksport Menurun

Pada kesempatan itu disampaikan pula oleh Kristianto, bahwa dengan adanya wabah pendemi covid 19 yang dialami negeri ini, menyebabkan perusahaan mengalami penurunan eksport. Hampir 100 persen terganggu.

“Ya jelas perusahaan kita terganggu. Yang biasanya bisa eksport 12-15 kontainer, saat ini hanya bisa melayani eksport cuma 5 kontainer. Namun kami sedapat mungkin tidak melakukan PHK terhadap pekerja,” ungkap Kristianto.

Dengan jumlah pekerja sebanyak 150 orang itu, eksport yang biasa dituju oleh perusahaannya, imbuh Kristianto, lebih sering ke negara Italia dan Spanyol.

“Tapi kadang juga ke Jepang, Amerika dan Malaysia. Namun lebih sering ke Italia dan Spanyol,” pungkasnya.

Syailendra

Komentar

News Feed