oleh

61orang PGOT terjaring razia yg digelar satpol PP kota Semarang

Investigasibbayangkara.com, Jateng – Satuan polisi pamong praja(satpol PP )kota Semarang menggelar razia pengemis,gelandangan dan orang terlantar(PGOT) pada hari Jumat(22/5/2020).
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 15.15 WIB hingga 17.15 WIB itu petugas menyisir jalan protokol mulai dari pertigaan traffic light jalan Jrakah,jalan Hanoman,jalan Kalibanteng,taman Semarang indah,jalan Indraprasta,jalan pemuda,jalan kampung kali,jalan kimangunsarkoro ,jalan pahlawan,jalan Pandanaran hingga berakhir di jalan Soegijapranata (dekat toko ADA Siliwangi).
Pengemis dan pengamen dadakan di kota Semarang setiap hari terus bertambah.Hal ini dibuktikan dari diamankannya 61 PGOT pada razia hari ke 4 oleh petugas gabungan.


Tiga hari sebelumnya petugas gabungan yang terdiri dari satpol PP kota Semarang,satpol PP provinsi Jateng dan ormas pemuda Pancasila juga telah menjaring 122 PGOT.
“Jadi empat hari razia PGOT di kota Semarang telah menjaring 183 orang.Dari total itu hampir 50 persennya dari luar kota Semarang,” ujar kasat pol PP kota Semarang ,Fajar Purwoto,Jum’at (22/5/2020) sore.
Pak fajar Purwoto juga mengatakan bahwa razia itu digelar dalam rangka penegakkan program Pembatasan Kegiatan Masyarakat(PKM)untuk menghentikan penularan virus Corona.
“Sekarang ini kan sedang pandemik Corona,saat bersamaan kota Semarang kemasukan banyak PGOT yang tidak jelas dari mana datangnya.Maka kami lakukan razia,karena kita tidak tahu orang jalanan ini masuk kategori orang tanpa gejala (OTG) atau tidak.Oleh karena itu kami tangkap dan beri pembinaan agar tidak turun ke jalan lagi demi kenyamanan dan kesehatan bersama,” kata Fajar kepada wartawan ,usai kegiatan razia.
Sementara terkait penyisiran yang ditargetkan di jalan protokol itu ,Fajar menyebutkan karena titik titik tersebut menjadi lokasi strategis bagi orang jalanan mencari sedekah.
Salah satu dari PGOT Slamet Riyadi(30) dari Grobogan tertangkap petugas sedang mengemis di perempatan jalan pahlawan ( depan markas Polda)ketika pendataan ia pun mengelak tidak mengemis padahal petugas sudah jelas -jelas melihat dia meminta- minta .”Saya kesemarang karena lari dari panti rehabilitasi di Grobogan.Saya tidak mengemis,tapi cuma untuk bersembunyi,” kata Slamet.
Dihadapan petugas ,ia mengaku usai tertangkap akan pulang ke Grobogan dan tidak akan mengulangi perbuatannya pada kemudian hari.”Habis ini saya akan pulang saja untuk bertani di Grobogan.kalau saya kembali ke Semarang lagi saya siap terima resiko dan sanksi dari satpol PP ” tutupnya.

Komentar

News Feed