oleh

AKBP P. Sembring S.IK : Keteguhan, Komitmen adalah Landasan Utama Kami dalam Pemberantasan Narkoba di wilayah Polda Sulteng

Investigasi Bhayangkara, com. PALU Nampaknya bandar narkotika, psikotropika, zat adiktif, dan obat-obatan berbahaya lainnya (narkoba) bersama jaringan dan kaki tangannya terus berupaya mencari mangsa baru untuk memperluas pemasarannya.

Seperti halnya di Wilayah Sulteng, Kota Palu terendus sebagai salah satu target para bandar besar sebagai bagian dari pusat penyimpanan untuk penyebaran barang haram tersebut.

Penyebaran narkoba terkesan sulit dihentikan meskipun aparat kepolisian dan Badan Narkotika Nasional (BNN) secara intensif melakukan berbagai tindakan pencegahan atas penyalahgunaan serta pemberantasan peredaran gelap barang terlarang itu.

“Khusus di Sulteng, jika melihat statistik pengungkapan ditahun 2020 angka ini sangat tinggi jika dibandingkan tahun 2019. Pengungkapan dan penangkapan tahun 2020 menjadi penangkapan terbesar ditresnarkoba sulteng, “ungkap Kasubdit III Direktorat Reserse Narkoba Polda Sulteng  AKBP P Sembiring, saat ditemui dalam bincang sederhana diwarkop K3 Palu (14/9/2020).

Hal tersebut menunjukan upaya peredaran barang haram ini dikota palu meningkat. Melihat kondisi ini memang memerlukan komitmen tim dan gerakan bersama yang bisa mendukung aparat penegak hukum dalam melakukan pencegahan dan pemberantasan peredaran narkoba.

“Membangun tim dalam penindakan Narkoba bukan hal yang mudah, keteguhan dan komitmen adalah faktor utama, hal inilah yang kami bangun bersama tim selama ini, dalam kebersamaan mengungkap dan menangkap pengedar dan pengguna Narkoba,” kata Sembiring.

Perwira menengah lulusan akpol 1998 ini, juga tidak menampik dalam membangun keteguhan dan komitmen mendapat banyak cobaan dilapangan.

“Wah kalau ujiannya banyak, penawaran uang tunai dengan angka rarusan juta, bagi hasil dll, namun hal itu tidak merubah komitemen kami untuk tetap melakukan penangkapan,” cerita singkat perwira dua bunga ini.

Peredaran gelap narkoba sulit diberantas, sedangkan timbulnya korban baru juga cukup sulit dicegah atau dihindari jika hanya mengandalkan terhadap peranan aparat penegak hukum.

Masyarakat berperan besar dalam memberantas penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba karena barang terlarang itu dipasok dan dipasarkan ke tengah-tengah masyarakat.

Untuk memberantas narkoba bisa dilakukan mulai dari lingkungan terkecil, seperti rumah tangga, kawasan permukiman, tempat kerja, lingkungan sekolah, kampus atau perguruan tinggi, dan kawasan lainnya

“Pencegahan dini sangat diperlukan hal itu dapat dimulai dari keaktifan orang tua, sekolah, tokoh agama dan masyarakat.

“Ibarat kata pepatah, Jika satu generasi rusak tunggu saja kehancuran berikutnya, untuk itulah pencegahan dini wajib dilakukan,” tandasnya.( Faisal )

Komentar

News Feed