oleh

Akibat salah paham warga Desa Ranteleda kec.palolo tewas dengan luka tikaman

Investigasi Bhayangkara Indonesia, com. Selasa, 27 Oktober 2020 pukul 18.00 Wita Polres Sigi dan Polsek Palolo menerima informasi dari Kapolsek Lore Utara Polres Poso Ipda Kurniadi bahwa telah terjadi tindak pidana penikaman di Desa Sedoa Dusun Dongi-dongi Kab Poso yang mengakibatkan korban KL Meninggal dunia.

Berdasarkan laporan tersebut Tim gabungan Polsek Palolo dan satuan reskrim Polres Sigi langsung menindak lanjuti dengan melakukan razia/penyekatan di ruas jalan Palu-Palolo.

Sekitar jam 19.30 Tim gabungan menemukan terduga Pelaku dengan identitas dan ciri-ciri seperti yang dilaporkan naik dimobil jenis Avansa yang telah dibawa dan diamankan oleh Anggota dibsamapta Polda Sulteng Bripda Juan, yang kemudian mengamankan Pelaku diMapolsek Palolo.

Setelah itu satuan Reskrim Polres Sigi kembali berkoordinasi dengan Polres Poso untuk menyerahkan pelaku dan menjalani proses hukum di polres Poso.

Adapun identitas terduga tersangka :
Nama : HR
TTL : Kota Mobagu,17-03-1992
Agama : Islam
Alamat : Desa Moyangkota Kec Modayag Barat Sulut.
Pekerjaan swasta.

Identitas Korban.
Nama : KL
Umur : 37
Alamat : desa Ranteleda Kec. Palolo
[28/10 14:06] Humas Polres Sigi( Feri): Penyampaian Kapolres AKBP Yoga Priyahutama SH.SIK.MH.
Bahwa benar Tim Gabungan Polres Sigi dan Polsek Palolo telah mengamankan terduga kasus pembunuhan yang terjadi didesa Sidoa dusun dongi-dongi Kabupaten Poso yang mengakibatkan Korban KL meninggal dunia.
Bahwa kejadian tersebut terjadi pada hari selasa tanggal 27/10/2020 jam 18.30 dideaa siboa
Dan pelaku berhasil diamankan oleh Tim pada tanggal 28/10/19.30 dipalolo
Bahwa kejadian tersebut terjadi akibat kesalah pahaman antara pelaku dan korban yang memicu emosi keduanya yang pada ahirnya terjadi perkelahian mengakibatkan Korban KL meninggal dunia.
Bahwa saat ini satuan Reskrim Polres sigi telah menyerahkan terduga Pelaku kepada Polres Poso untuk dilakukan proses hukum.
Saya berharap khususnya para generasi muda untuk tidak menempatkan Emosi dalam penyelesaian sebuah persoalan, agar kejadian seperti ini bisa terhindar.
Komunikasikan dan sertakan perangkat desa, bhabinkamtipmas dan Babinsa jika menemukan hambatan dalam menyelesaikan persoalan,
Ingat penyesalan selalu datang dibelakang. ( Humas polres Sigi/ Faisal )

Komentar

News Feed