oleh

akibat utang piutang nyawa melayang

Investigasi Bhayangkara Indonesia com Empat bulan tak bayar utang, AS (25) karyawan PT BKL tewas ditangan rekan satu messnya. Kasus nahas itu berawal dari masalah utang piutang sebesar Rp 800.000.

Kasat Reskrim Polres Berau, AKP Ferry Putra Samodra mengatakan, AS adalah orang yang berhutang pada pelaku. AS awalnya ditagih oleh AM (24), karena belum juga mengembalikan uang yang dipinjamnya. AM kemudian mendatangi korban pada Selasa (16/2/2021) sekitar pukul 18.30 WITA untuk menagih utang.

“Jadi memang korban ini ditagih utangnya oleh pelaku,” ujarnya, Rabu (17/2/2021).

AS yang memiliki utang, tak terima ditagih oleh pelaku. Korban merasa tersinggung oleh bahasa yang dilontarkan oleh AM saat menagih hutang. Korban kemudian melemparkan uang sebesar Rp 500 ribu ke pelaku. Saat itu keduanya sedang berada di mess PT BKL Kampung Punan Malinau, Kecamatan Segah.

Tak hanya sampai disitu, AS yang saat itu merasa tersinggung karena ditagih, langsung pergi untuk mengambil parang.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, AS juga sempat melemparkan parang yang dibawanya ke arah AM. Korban mengajak dirinya berduel. Tak terima dengan kelakuan korban, AM yang saat itu berada di kamar mandornya, masuk ke dalam dan mengambil parang.

“Ada aksi pasti ada reaksi. Nah ini yang terjadi kepada mereka,” katanya.

Setelah mengambil parangnya, AM langsung menyerang AS secara membabi buta. IL (25) yang juga berada ditempat itu, berupaya untuk melerai perkelahian itu.

Nahas, IL pun tak luput dari amukan AM yang sudah terlampau emosi. IL pun akhirnya terkena tebasan parang dari pelaku.

“IL mengalami luka sobek di punggungnya,” ungkapnya.

Sementara, AS harus tewas bersimbah darah dengan beberapa luka bacokan dari pelaku. Mulai dari kaki, dada, tangan hingga kepala.

“Saat pemeriksaan, pelaku mengaku menyesal dan meminta maaf kepada keluarga korban,” ujar Ferry.

Saat ini, AM telah berada diruang tahanan Mapolres Berau. Dan statusnya pun sudah berubah menjadi tersangka. Dikatakannya, AM disangkakan telah melakukan tindak pidana pembunuhan dan melanggar Pasal 338 KUHP subsider Pasal 351 ayat (3) KUHP tentang Pembunuhan, dengan ancaman pidana diatas 15 tahun.sumber:polres berau

Komentar

News Feed