oleh

Amankan Pilkada di 270 Daerah , Polri Terjunkan 200.000 Personel

Investigasi Bhayangkara Indonesia, Jakarta –  Upaya untuk mengamanakan Pilkada serentak, akhirya Kepolisian RI atau Polri menggelar Operasi Mantap Praja 2020  menurunkan  sebanyak 200.000 personel .

Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Kombes Asep Adi Saputra di temui Mabes Polri di Jalan  Tronojoyo No.3 Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat (31/1)2020. mengatakan, sebanyak 200.000 personel diturunkan untuk mengamankan pilkada. “Saat ini sudah disusun kekuatan oleh Polri, kurang lebih 200.000 personel yang akan mengamankan di 270 wilayah tersebut yang menyelenggarakan pilkada,” ujarnya.
Selanjutnya, Asep menjelaskan  setiap wilayah akan menyelenggarakan operasi tersebut. Namun, penyelenggaraan operasi tersebut tetap dalam asistensi Mabes Polri. “Artinya seluruh wilayah menyelenggarakan kegiatan operasi ini, tetap dalam asistensi Mabes Polri, dalam hal ini Asisten Operasi Kapolri,”  jelasnya.
Untuk itu, Asep  merinci dalam mengatasi semua itu  Polri pun sudah memetakan sejumlah daerah yang dinilai rawan dalam pelaksanaan pilkada. Berdasarkan data Polri, sembilan provinsi dengan tingkat kerawanan tertinggi yaitu, Sulawesi Tengah (55,72) dan Sulawesi Utara (38,09). Kemudian, Kalimantan Selatan (37,12), Kepulauan Riau (34,58), Sumatera Barat (27,57), Bengkulu (25,06), Kalimantan Utara (22,14), Jambi (21,81) dan Kalimantan Tengah (10,44). ” Pilkada kota dengan tingkat kerawanan tertinggi berada pada tiga daerah. Ketiganya terdiri dari Tomohon (38,09), Bitung (37,12), dan Tangerang Selatan (34,58),” rincinya.
 Jadi, Asep menambahkan sementara itu, di tingkat kabupaten, Polri mencatat terdapat tujuh daerah paling rawan. Tujuh daerah yang dimaksud, yakni Nabire (80,37), Timor Tengah Utara (79,85), Keerom (78,52)”., Manggarai Barat (75,57), Sumba Barat (72,08), Tojo Una-Una (70,00), dan Musi Rawas Utara (67,28),” tambahnya. ( Vecky Ngelo).

Komentar

News Feed