oleh

Amri Cahyadi Wakil Ketua DPRD Provinsi Bangka Belitung Sebut Somasi Pengacara PT PMM Mengada-Ada

Investigasi Bahyangkara Indonesia com, Pangkalpinang Bangka – Tidak hanya 12 media yang mendapatkan surat somasi dari Perusahaan Zirkon PT PMM, anggota dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) Provinsi Kep. Bangka Belitung, Azwari Helmi dikabarkan juga tak luput dari serangan somasi PT PMM.

Namun somasi yang dilayangkan pengacara PT PMM terhadap anggota DPRD Babel itu justru dinilai terlalu mengada-ada.

Hal tersebut disampaikan oleh wakil ketua DPRD Babel Amri Cahyadi, Jum’at (6/8/21).

Menurut politisi PPP ini, pernyataan Azwari Helmi selaku anggota DPRD Babel sah sah saja.
“Kalau statement beliau (Azwari Helmi, red) itu adalah pendapat beliau sebagai anggota DPRD. Apalagi memang beliau kompeten dan duduk di Komisi 3 yang membidangi salah satunya ESDM,” kata ketua PPP ini.

Maka dengan demikian, somasi yang ditujukan kepada Azwari Helmi lantaran pernyataannya di media terkait pengelolaan dan pengiriman zirkon adalah tidak tepat dan mengada-ada.

“Maka tidak tepat kalau disomosi atas tupoksi beliau sbg anggota DPRD yang pastinya dilindungi UU. Itu terlalu mengada-ada,” tandasnya.

Diketahui sebelumnya, anggota DPRD Propinsi Bangka Belitung Komisi III dari Fraksi PPP Ir. H. Azwari Helmi, kepada awak media menyataakan agar semua pihak turut serta menyelamatkan harta benda daerah Bangka Belitung. Bahkan Azwari Helmi juga mengharapkan aparat terkait harus tegas dalam persoalan dimaksud.

“Jangan ada dispensasi lagi karena sudah kesekian kalinya pengriman zircon lolos. Saya mohon juga kepada aparat penegak hukum untuk menindak tegas apabila diatas ada yang bermain-main diatas kesusahan rakyat Bangka Belitung,” tegas Azwari Helmi seperti dikutip di salah satu media online, beberapa waktu lalu.

Namun mirisnya, pernyataan tersebut justru tuai somasi dari kantor Lowyer & Legal Consultan Reza & Kawan.

News Feed