oleh

Anggaran dana Pembelian Masker Untuk Desa di duga di Bawa diam.


Investigasi Bhayangkara Indonesia, com. Labuhan batu,Kepala desa Seitarolat laksanakan Musdes untuk peralihan dan Penetapan RKPEDES dan Penetapan APBEDES Tahun 2020, tanggal 5 September 2020.

Dugaan untuk kades Seitarolat Julrahmadi Tanjung untuk tidak merelesasikan Masker di karenakan lambatnya proses pembagian Untuk Warga Desa Seitarolat.

Anggaran penetapan perbelanjaan Desa salah satunya pembelian Masker untuk Warga desa Seitarolat yang sampai saat ini tak kunjung di bagikan jadi pertanyaan warga dan sampai berita ini di suguhkan kemeja Redaksi Investigasi Bhayangkara Indonesia. com karena lambat nya kinerja Kepala Desa.

Warga berharap agar kiranya masker direalisasikan oleh Kepala Desa , mengingat Penyebaran Covid 19 yang semakin marak dalam pemberitaan papar HS.

Saat di konfirmasi via handphone /seluler kepala desa selalu di luar
Jangkauan tanggal 16 Oktober lalu.

Hs dan Mr (Nama samaran) warga desa Seitarolat terkejut mendengar rekaman suara yang di berikan Wartawan investigasi Bhayangkara Indonesia.com,dimana isi rekaman suara menunjuk pelaksanaan Musdes 5 Sept 2020,yang isinya penetapan hasil Musdes.

Hs dan Mr menanggapi pertanyaan wartawan ,kita sebagai warga desa Seitarolat berharap untuk bapak Kepala Desa segera membagikan masker,,Pinta Mr.

Hs dan Mr heran dan terkejut setelah mendengarkan isi keseluruhan rekaman besarnya anggaran Untuk:

Study Banding BPD Rp 145 700.000.salah satu kepala desa yang di kecamatan Bilah Hilir heran mendengar Anggaran tersebut.
kepala Desa SS menambahkan anggaran Study Banding per orangnya yang setau saya Pak Rp 6900.000.
Kok bisa begini ucap Kepala Desa SS.

“Diduga kepala Desa Seitarolat Julrahmadi Tanjung melakukan penggelembungan Anggaran dan merekayasa.

Pendapatan Transfer dari Pemerintah Pusat ke rekening Desa Rp 960.422.000.dengan pengurangan Rp 10.807000.dengan jumlah Anggaran bersih Rp 949.615.000.

Paparan pengeluaran dari anggaran bersih di bacakan oleh Plt sekdes Seitarolat ( Yudi).
1.BLT tahap I .
158 Kk x Rp 600.000.jumlah Rp 284 400.000.untuk bulan April,Mei,Juni.

BLT tahap II
158 KK x Rp 300.000.jumlah Rp 142.200.000.untuk bulan Juli , Agustus, September.

Pelatihan Study Banding Rp 145 700.000.

Anggaran Operasional Posyandu.Rp 62.510000.

Bantuan dan Pengadaan Bibit Padi Rp 30.000.000.

Bantuan dan Anggaran Guru Mengaji Rp 24000.000.

Bantuan untuk Guru Sekolah Minggu Rp 30.000.000.di tambah Anggaran pembelian Masker.

Wartawan Investigasi Bhayangkara Indonesia.com Marhite Rajagukguk layangkan surat Klarifikasi dan konfirmasi tertulis 7 Oktober 2020 kepada Kepala Desa Seitarolat, Julrahmadi Tanjung memberikan jawaban tertulis 15 Oktober 2020 tidak sesuai dengan Pertanyaan – Pertanyaan Wartawan.

Wartawan investigasi Bhayangkara Indonesia.com melayangkan surat konfirmasi dan meminta klarifikasi penggunaan anggaran harus transparan ,Namun kepala Desa tidak memberikan jawaban secara deteil seperti yang di inginkan oleh Awak media.

Wartawan investigasi Bhayangkara Indonesia.com meminta agar nama – nama Penerima bantuan di tulis dan di lengkapi dengan alamat dan tempat tinggal nya.

“Kepala Desa Seitarolat Julrahmadi Tanjung di duga tidak transparan dan menutupi Penerima Bantuan yang katanya Sudah direalisasikan.

Kades Seitarolat Julrahmadi Tanjung melakukan Penyemprotan disinfektan 3 bulan lalu dengan besaran anggaran Rp 23000.000 lebih jadi Pertanyaan besar .

Desa Seitarolat terletak di kecamatan Bilah Hilir kabupaten labuhan batu Propinsi Sumatera Utara.

Wartawan Investigasi Bhayangkara Indonesia.com berharap agar Infekstorat labuhan batu turun memeriksa Kepala Desa Seitarolat Julrahmadi Tanjung karena di duga melakukan Penggelembungan Anggaran.

Anggaran Bimtek dan Studi banding Kepala Desa dan TP – PKK menelan biaya Rp 37.550.000.

Warga juga berharap agar Pihak Infekstorat secepat nya mengaudit Kepala Desa Seitarolat.
( Marhite Rajagukguk ).

Komentar

News Feed