oleh

ARKB Pertanyakan Proyek Pabrik Baja di Kendal.

Kendal- investigasibhayangkara.com Para Aktivis Aliansi Rakyat Kendal Bersatu ( ARKB) Kendal mempertanyakan rencana Pembangunan Proyek Pabrik Baja di Kabupaten Kendal,” Kami selaku Rakyat Kendal mempertanyakan rencana Pabrik Baja Kendal yang nantinya akan berdampak luas.

Hal ini sebagaimana diungkapkan Jubir ARKB Kendal, Kyai Nur Khamid,” Kami hanya ingin tahu proyek itu dan mestinya Pemerintah Kendal harus transparan kepada Publik.

Karena dampaknya Khan bisa meluas dan melebar ke semua sendi kehidupan Masyarakatnya,” ungkapnya. ( Senin, 29/6).

Dan Khamid juga menjelaskan dari hasil investigasinya banyak pihak belum dilibatkan,” Tadi Kami ke Lokasi diseputaran Kartika Jaya Patebon Kendal, ternyata Para Pihak yang nantinya akan terdampak proyek Pabrik Baja belum dilibatkan, ini Khan persoalan serius Mas,” imbuhnya.

Sementara itu Kades Kartikajaya Kecamatan Patebon, Budi Hartono mengakui pihaknya belum dilibatkan atas Rencana Proyek Pabrik Baja yang akan dibangun di Desanya,” Belum tahu, Saya hanya tahu dari berita-berita aja kalau disini akan ada Pabrik Baja Mas,” ungkapnya. Hal senada juga disampaikan Camat Patebon, Mugiono yang juga tidak tahu menahu rencana proyek Pabrik Baja tersebut,” Saya nggak tahu, memang kemarin ada kunjungan ke lokasi. Tapi saya tidak dikasih tahu, maaf ya Mas,” ujarnya.

Ditempat terpisah Kepala Kesbangpol Kendal, Marwoto memahami sikap para aktivis Kendal atas Proyek Baja di Kartikajaya, namun sebaiknya dikaji dulu peraturan perundang-undangannya dan ditanyakan dulu ke beberapa pihak terkait.

Diketahui sesuai informasi yang dapat dihimpun, memang di Kabupaten Kendal akan dibangun Pabrik Baja terbesar se Asia yaitu, PT Kendal Steel Indonesia merupakan pabrik baja yang akan dibangun hasil kerja sama perusahaan baja asal China, Hebei Bishi Steel Group, dengan perusahaan asal Indonesia, PT Seafer Kawasan Industri.

PT Seafer Kawasan Industri bahkan sudah menyediakan lahan seluas 700 hektare di Kecamatan Patebon, Kendal. Pabrik baja PT Kendal Steel Indonesia itu kabarnya akan menelan investasi senilai Rp 35 triliun. ( SYAILENDRA/TIM)

Komentar

News Feed