oleh

Banyak Rumah Longsor Di Duga Akibat Pekerjaan PT. IUWP

Investigasi Bhayangkara Indonesia,Semarang–Kurang lebih 10 rumah longsor akibat alat berat PT lndo Usaha Wijaya Perkasa. Kasus ini terungkap saat kuasa hukum Sakban salah satu korban rumahnya yang terkena longsor akibat alat berat PT. Indo Usaha Wijaya Perkasa, saat melakukan pekerjaan terlalu dalam, sehingga tanah warga ikut tergerus, mengakibatkan runah di sekitarnya longsor.

Sugiyono. SE, SH, M.Hum selaku kuasa Sakban mengatakan kalau dirinya akan menindak lanjuti ke jalur hukum kalau tidak ada ganti rugi yang sesuai, “Saya akan menempuh jalur hukum kalau tidak ada ganti rugi yang sesuai keinginan klien saya” ujar Sugiyono pada wartawan di lokasi, jumat, 16/10/2020

Sugiyono mengatakan kalau kedatangan dirinya ke lokasi sejedar cek lapangan, “Saya di sini cek lapangan atas kasus yang saya tangani, kebetulan bisa ketemu dengan orang orang yang melakukan pekerjaan” imbuhnya.

“Sehingga kami bisa klarifikasi bagaimana kejadiannya, sampai terjadi tanah beserta bangunannya hilang” pungkasnya.

Ferdinan dari pihak kontraktor PT. Indo Usaha Wijaya Perkara selaku pelaksana pekerjaan dari PT. PETROPACK AGRO INDUSTRIES mengatakan kalau tanah yang longsor tersebut akan di kembalikan seperti semula, “Tanah tersebut akan saya kembalikan seperti semula, setelah pekerjaan selesai” katanya saat di konfirmasi, jumat 16/10/2020

Caranya lanjut dia, dengan membangun talut penahan setelah itu tanah di keruk dikembalikan ke asalnya” terangnya.

Terkait ganti rugi warga yang terkena longsor, menurut Ferdian sudah di ganti hanya satu warga yang belum, yaitu Sakban, “Kami sudah menyiapkan kompensasi pak Sakban tapi karena Sakban tidak ada ya kami simpan dulu” ujar Ferdinan selaku pihak kontraktor pada kuasa hukum Sakban di hadapan wartawan jumat, 16/10/2020

“Jadi kapan akan diambil kompensasinya silahkan” pungkasnya.

Sungguh mengerikan banyak bangunan rumah longsor karena pekerjaan yang di duga belum jelas ijinnya .
(Syailendra)

Komentar

News Feed