Berau Masih Butuhkan Pupuk Bersubsidi

Investigasi Bhayangkara Indonesia, TANJUNG REDEP (Kaltim) | Penambahan kuota pupuk subsidi Didasarkan pada usulan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) dari setiap kecamatan ke provinsi.Selain itu, realisasi penyaluran dari kabupaten ke petani tahun sebelumnya berada di atas 90 persen.
Ia mengatakan, kuota semua pupuk mengalami kenaikan.

Sesuai dengan data yang diperoleh melalui Distanak Berau diantaranya, pupuk urea dari 2.150 ton menjadi 3.000 ton mengalami kenaikan 39,53 persen.

Rinciannya yaitu, usulan pupuk urea sebanyak 4.908 ton realisasinya 61,21 persen, SP-36 sebanyak 1.023 ton realisasinya 21,51 persen, ZA sebanyak 684 ton realisasinya 73,10 persen, NPK sebanyak 10,125 ton realisasnya 32,69 persen, organik sebanyak 7.060 ton realisasinya 9,92 persen dan POC sebanyak 38,461 liter realisasinya 1,20 persen.

“Walaupun realisasinya tidak ada yang 100 persen, tapi Alhamdulillah kuotanya naik dari tahun sebelumnya,”tuturnya.

Hal senada diutarakan Hendi Aristianto salah seorang Agen Distributor Perusahaan Perdagangan Indonesia ( persero) yang ada dikaltim. emang petani tidak boleh mengambil langsung di gudang harus melalui kios kios dan agen yang sudah disetujui di daerahnya .
karena memang sudah sesuai dengan lokasi yang disetujui disalurkan .

mereka yang tidak kebagian inilah yang membuat pikiran kaitannya dengan masalah kelangkaan .

Sebenarnya kaitan dengan alokasi itu itu memang bukan Dinas Penenentunya , Dinas ini hanya mengajukan , Bagaimana persetujuannya , nanti didialogkan dan disetujui diberikan tugas dari dinas pertanian . gudang itu. Sebab dinilai menjadi salah satu solusi mengatasi kelangkaan .(fery)

Investigasi Bhayangkara –
Bambang Sujatmiko , kasie Pupuk Dan Pestisida Distannak Berau memastikan, kuota pupuk subsidi tahun ini meningkat.
Hal tersebut dirasa dapat meminimalisir kelangkaan pupuk bagi para petani.

Penambahan kuota pupuk subsidi Didasarkan pada usulan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) dari setiap kecamatan ke provinsi.Selain itu, realisasi penyaluran dari kabupaten ke petani tahun sebelumnya berada di atas 90 persen.
Ia mengatakan, kuota semua pupuk mengalami kenaikan.

Sesuai dengan data yang diperoleh melalui Distanak Berau diantaranya, pupuk urea dari 2.150 ton menjadi 3.000 ton mengalami kenaikan 39,53 persen.

Rinciannya yaitu, usulan pupuk urea sebanyak 4.908 ton realisasinya 61,21 persen, SP-36 sebanyak 1.023 ton realisasinya 21,51 persen, ZA sebanyak 684 ton realisasinya 73,10 persen, NPK sebanyak 10,125 ton realisasnya 32,69 persen, organik sebanyak 7.060 ton realisasinya 9,92 persen dan POC sebanyak 38,461 liter realisasinya 1,20 persen.

“Walaupun realisasinya tidak ada yang 100 persen, tapi Alhamdulillah kuotanya naik dari tahun sebelumnya,” tuturnya.

Hal senada diutarakan Hendi Aristianto salah seorang Agen Distributor Perusahaan Perdagangan Indonesia ( persero) yang ada dikaltim. emang petani tidak boleh mengambil langsung di gudang harus melalui kios kios dan agen yang sudah disetujui di daerahnya .
karena memang sudah sesuai dengan lokasi yang disetujui disalurkan .

mereka yang tidak kebagian inilah yang membuat pikiran kaitannya dengan masalah kelangkaan .

Sebenarnya kaitan dengan alokasi itu itu memang bukan Dinas Penenentunya , Dinas ini hanya mengajukan, Bagaimana persetujuannya, nanti didialogkan dan disetujui diberikan tugas dari dinas pertanian . gudang itu. Sebab dinilai menjadi salah satu solusi mengatasi kelangkaan.

(IBI-fery)