oleh

BPOM Getring Bersama Awak Media Elektronik, Cetak dan Online “Pengenalan Bahan-Bahan Makanan Yang Bermutu, Aman Dan Berbahaya”

Investigasi Bhayangkara Indonesia com Sumsel-Palembang

Kepala Badan POM di Palembang Yosef Dwi Irwan, S. Si, Apt memberikan informasi langsung apa saja yang menjadi barang-barang dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengeluarkan public warning terkait Obat Tradisional (OT), Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik yang Berisiko terhadap Kesehatan. Dengan di laksanakan Getring bersama media cetak, elektronik dan online di aula gedung BPOM Palembang,Kamis, (25/2/2021).

Selanjutnya Kepala BPOM Yosef Dwi Irwan, S.Si., Apt Palembang mengungkapkan bahwa selama tahun 2020, BPOM menemukan obat tradisional dan suplemen kesehatan ilegal dan/atau mengandung BKO senilai lebih kurang ratusan juta rupiah.
Temuan obat tradisional dan suplemen kesehatan tersebut didominasi oleh produk yang mengandung BKO Sildenafil Sitrat, Parasetamol, Deksametason, dan Fenilbutazon.

BPOM juga menemukan satu obat tradisional impor terdaftar yang mengandung BKO Metformin dan Glibenklamid.
Obat tradisional dan suplemen kesehatan yang mengandung BKO memiliki risiko kesehatan, seperti kehilangan penglihatan dan pendengaran, stroke, serangan jantung, kerusakan hati, ginjal bahkan kematian.

Selain itu, BPOM juga menemukan ratusan juta rupiah kosmetik ilegal dan/atau mengandung bahan dilarang/bahan berbahaya.
“Temuan didominasi oleh kosmetik yang mengandung Merkuri dan Hidrokinon.”

Selain itu, BPOM juga menemukan 4 jenis kosmetik yang sudah ternotifikasi mengandung bahan dilarang/bahan berbahaya yaitu pewarna dilarang Merah K3. Secara umum bahan tersebut dapat menyebabkan kanker (karsinogenik), kelainan pada janin (teratogenik), dan iritasi kulit,” jelas Kepala BPOM.

Temuan obat tradisional, suplemen kesehatan dan kosmetik ilegal tersebut merupakan hasil dari sidak atau pengawasan di lapangan dan pengawasan di media daring. Temuan obat tradisional dan suplemen kesehatan mengandung BKO serta kosmetik mengandung bahan dilarang/bahan berbahaya telah ditindaklanjuti secara administratif, antara lain berupa pembatalan notifikasi/izin edar, penarikan dan pengamanan produk dari peredaran, serta pemusnahan.

Terkait penanganan produk ilegal, selama tahun 2020 BPOM telah mengungkap 11 perkara obat tradisional dan suplemen kesehatan ilegal dan/atau mengandung BKO, serta 5 perkara kosmetik ilegal dan/atau mengandung bahan dilarang/bahan berbahaya yang telah ditindaklanjuti secara pro-justitia.

Kepala BPOM menyampaikan bahwa dalam kurun waktu lima tahun terakhir, putusan tertinggi pengadilan perkara obat tradisional dan suplemen kesehatan dijatuhi sanksi berupa putusan pengadilan paling tinggi penjara 2 tahun dan denda 1 miliar rupiah, sedangkan perkara kosmetik dijatuhi sanksi berupa putusan pengadilan paling tinggi penjara 2 tahun 6 bulan dan denda 1 miliar rupiah.

Kepala BPOM kembali menegaskan agar pelaku usaha menjalankan usahanya sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan-undangan.
“Di tahun 2021 BPOM masih menemukan adanya peredaran produk yang sudah pernah dilakukan public warning tahun-tahun sebelumnya.

Untuk itu masyarakat harus lebih waspada serta tidak mengonsumsi produk–produk sebagaimana tercantum dalam lampiran public warning ini, ataupun yang sudah pernah diumumkan dalam public warning sebelumnya,” tegas Yosef Dwi Irwan, S.Si., Apt.

Yesef juga menambahkan BPOM Palembang membuka kesempatan secara seluasnya untuk pedagang-pedagang untuk melakukan pengetesan terhadap barang atau bahan-bahan makanan yang dijualnya secara gratis di kantor BPOM Palembang, BPOM juga berharap kepada para awak media turut berperan aktif dalam memutus mata rantai peredaran obat-obatan,bahan makanan elegal dan berbahaya media sebagai penyebar informasi kepada masyarakat merupakan mitra yang baik dalam menginformasikan peredaran obat-obatan dan bahan makanan yang aman dan bermutu.

Himbauan kepada produsen teruslah tetap mengikuti peraturan yang berlaku memproduksi produk dengan ketentuan jangan menggunakan bahan-bahan yang dilarang termasuk mengurus legalitasnya, dan untuk konsumen jadilah konsumen yang cerdas, konsumen yang bijak yang mampu melindungi diri sendiri dan keluarga dari bahan-bahan makanan dan obat-obatan ilegal untuk kesehatan dengan cara cek klik,cek kemasan,lebel,cek edar dari kadaruasa sebelum membeli dan mengkonsumsi bahan makanan dan obat-obatan.tutupnya. (Amru IBI)

Komentar

News Feed