oleh

Breaking News – Ini Kronologi MS Yang Dicabuli DN Dari Tahun 2010, 2012, 2014, Hingga Sampai 2020

Investigasi bhayangkara  Teluk Keramat, KALBAR – Seorang kakek berinisial DN ditahan di Mapolsek Teluk Keramat, kecamatan teluk keramat, kabupaten sambas.

DN diringkus polisi lantaran melakukan perbuatan tak senonoh yang menjurus pada pencabulan terhadap anak dibawah umur, (1/7/20).

korban yang berenisial MS yang melaporkan DN kepolsek teluk keramat pada tanggal (22/6/20), tentang pencabulan terhadap diri nya.

Kejadian tersebut bermula pada tahun 2010, 2012, 2014 dan trakhir tanggal 17 juni 2020 pada hari rabu sekitar jam 06.00 wib.

MS menjelaskan “Kejadian pertama kalinya Pada hari, tanggal dan bulannya saya sudah tidak ingat lagi namun pada tahun 2010 yang pada saat itu saya sekolah kelas 3 SD dan pada hari kejadian tersebut saya sedang liburan sekolah,”terangnya.

Lanjut nya ” yang saya ingat sekira pukul 07.00 Wib saya sudah berada di dalam kamar orang tua saya, kemudian celana luar dan celana dalam saya di lepas oleh DN hingga saya dalam keadaan telanjang kaki, lalu saya dibaringkan oleh DN di tempat tidur, kemudian DN menindih tubuh saya dari atas yang pada saat itu DN dalam posisi terbaring terlentang, dan saat itu saya tidak merasakan apa-apa, selang beberapa menit saya pun turun dari tubuh DN dan DN memakai celana dalam dan celana luar kembali, setelah itu DN pun keluar dari dalam kamar, tidak lama kemudian saya juga keluar kamar,”ungkap MS.

MS menjelaskan “Kejadian kedua Pada hari, tanggal dan bulannya saya sudah tidak ingat lagi namun pada tahun 2012 saya pulang sekolah, setibanya dirumah kami sekeluarga makan siang, setelah makan siang ibu saya pergi ke sawah, tidak lama kemudian saya pun tidur di dalam kamar orang tua saya yang pada saat itu saya masih tidur bersama orang tua, pada saat tidur siang tiba-tiba saya merasakan sakit pada anggauta kemaluan saya hingga saya terbangun dan pada saat terbangun saya melihat DN sedang menindih tubuh saya dari atas, anggauta kemaluan DN masuk ke dalam lobang anggauta kemaluan saya, dan saya pun menangis, lalu DN pun mencabut anggauta kemaluan nya dari lobang anggauta kemaluan saya, kemudian saya mendorong tubuh DN, kemudian dirinya pun keluar dari kamar, dan saya melihat celana luar dan celana dalam saya turun hingga bawah lutut saya, setelah itu saya keluar dari dalam kamar,”ungkapnya.

MS menjelaskan lagi “Kejadian ketiga pada jam, hari, tanggal dan bulannya saya sudah tidak ingat lagi namun pada tahun 2014 yang pada saat itu saya berumur 13 tahun dan masih sekolah SD, setelah kejadian pertama dan kedua DN sering meminta saya untuk melakukan persetubuhan dengan dia namun saya menolak dan DN berkata “kalau kamu tidak mau bersetubuh dengan ku ibu mu akan sakit” dan saya tetap menolak, namun yang saya ingat saya telah berada di dalam kamar bersama DN dan saya dibaringkan oleh DN di dalam kamar miliknya dan seingat saya DN telah menyetubuhi saya dengan cara memasukkan anggauta kemaluan nya kedalam lobang anggauta kemaluan saya dengan posisi menindih tubuh saya dari atas yang pada saat itu yang saya rasakan sakit pada anggauta kemaluan saya, setelahnya saya tidak ingat lagi, setelah kejadian tersebut DN kembali meminta kepada saya untuk melakukan persetubuhan namun saya menolak, hingga saya umur 17 tahun saya pun pergi kemalaysia untuk menghindari DN,”tegasnya.

IPDA EKO ZAINUDDIN selaku kapolsek teluk keramat Menjelaskan, “Ibu MS yang juga sebagai saksi menelpon MS untuk menyuruh MS pulang kerumah namun MS menolak karena MS merasa trauma dan takut atas kejadian sebelumnya, namun IBU MS berkata bahwa MS telah berubah hingga MS pun pulang,”ungkapnya.

IPDA EKO ZAINUDDIN menambahkan, “Setibanya dirumah pada hari selasa tanggal 19 Mei 2020, setelah sekira 2 (dua) minggu setelah MS pulang kerumah DN sering meminta kepada MS untuk melakukan persetubuhan dengan nya namun MS menolak dan dirinya berkata “ kalau kamu menolak nanti ibu mu akan saya buat sakit dan mati” namun MS masih menolak kemudian pada hari rabu tanggal 17 Juni 2020 sekira pukul 06.00 Wib MS disuruh oleh DN untuk mencari buku bacaan didalam kamarnya yang pada saat itu yang berada dirumah yakni MS, DN dan sdr DEBI yang pada saat itu sedang tidur di dalam kamarnya, dan MS pun mencari buku bacaan di dalam kamar DN, tidak lama kemudian DN pun masuk kedalam kamar menghampiri MS lalu menutup pintu kamar dan menguncinya dari dalam, kemudian DN memegang kedua pundak MS dan dan membaringkan MS di tempat tidur lalu DN menindih tubuh MS dari atas namun tiba-tiba ibu MS mengetuk pintu dan berkata “ buka pintu-buka pintu” mendengar perkataan ibu MS yang selaku saksi, DN pun bergegas turun dari tubuh MS dan MS duduk di tempat tidur, kemudian DN berkata kepada MS “ diam jangan kamu bilang kepada ibu mu, kalau kamu bilang ibu mu akan sakit” dan MS pun menangis lalu Ibu MS mendobrak pintu kamar dan masuk kedalam kamar, lalu Ibu MS dan DN pun bertengkar,”terang MS Ketika Memberi keterangan.

IPDA EKO ZAINUDDIN menjelaskan DN datang ke polsek teluk keramat menyerahkan dirinya, kemudian polsek teluk keramat melakukan interogasi, dari hasil interogasi semua DN mengakui perbuatannya kemudian di buatkan surat perintah penangkapan dan pada saat dilakukan penangkapan DN tidak melakukan perlawanan.

dari kejadian tersebut polsek teluk keramat mengamankan barang bukti berupa :
-1(satu) lembar kartu keluarga (KK) yang di keluarkan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sambas.
– 1(satu) buah karpet plastik berukuran 120 cm x 150 cm bertuliskan INFO GRAPIC.

Dari hasil perbuatan DN tersebut DN dikenakan Pasal 82 ayat(1), Pasal 82 ayat (2) Jo Pasal 76E dan atau Pasal 81 ayat (1), Pasal 81 ayat (2) Jo Pasal 76D undang – undang nomor 17 Tahun 2016 Tentang perubahan kedua atas UU No 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman penjara minimal 5 tahun maksimal 15 tahun.

Kini pelaku dan Barang bukti diamankan di mapolsek teluk keramat kabupaten sambas guna penyidikan lebih lanjut. (RizaL Z)

Komentar

News Feed