Bupati : “Jangan Ada Muncul Mafia – Mafia Yang Menghambat Proyek Jalan Tol Ini”

Umum217 Dilihat

InvestigasiBhayangkaraIndonesia.

Laporan: Andri

Aceh Tamiang – Pemerintah Pusat terus berupaya membuat strategi, agar pemerataan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat terus meningkat. Salah satu strategi tersebut yaitu Pembangunan Mega Proyek Jalan Tol Trans Sumatera yang merupakan satu dari sekian proyek strategis nasional yang pelaksanaan proyeknya dilakukan secara langsung oleh Pemerintah Pusat, atau Pemerintah Daerah sesuai dengan Landasan Hukum dari Proyek Strategis Nasional yakni Peraturan Presiden No. 3 Tahun 2016 yang telah direvisi menjadi Peraturan Presiden No.58 Tahun 2017 dan Praturan Presiden No.58 Tahun 2018.

Kabupaten Aceh Tamiang, satu dari 2 Kabupaten/ Kota lainnya yang masuk dalam rencana Trase Ruas Jalan Tol Binjai-Langsa yang merupakan proyek kedua setelah sebelumnya Hutama Karya (HK) merampungkan Trase Ruas Jalan Tol Banda Aceh-Sigli. Untuk merealisasikannya, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang melalui Dinas Pertanahan dan beberapa Instansi terkait bersama Tim Persiapan Pengadaan Tanah melaksanakan Rapat Konsolidasi Pembangunan Jalan Tol Binjai-Langsa (Segmen Aceh Tamiang- Aceh Timur- Langsa) pada Rabu (10/06/20), dimulai sekira pukul 09.00 wib bertempat di Aula Setdakab.

Rapat dipimpin langsung oleh Bupati Aceh Tamiang H. Mursil, SH, M.Kn yang mengawalinya dengan penyampaian beberapa point penting yang perlu dibahas bersama. Adapun hal yang disampaikan olehnya pertama sekali yakni dukungan Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang dalam Pembangunan Tol Binjai-Langsa yang harus didukung juga oleh seluruh lapisan masyarakat.

Disampaikan secara tegas oleh Mursil, agar masyarakat mendukung program ini, maka para Camat, para Datok Penghulu, dan para Mukim Kampung yang diundang untuk menghadiri rapat ini bisa merubah pemikiran dan mindset warganya. Karena, sambung Mursil saat proyek jalan tol ini mulai berjalan Datok Penghulu dan Kepala Mukim Kampung sebagai ujung tombak dalam memberikan pemahaman kepada warga.

“Pembangunan Tol ini, memudahkan segala akses. Dengan adanya Tol, Angkutan Besar yang membawa barang bisa mempersingkat waktu perjalannya. Tolong, Pak Camat, Pak Datok dan Pak Mukm, sampaikan kepada mereka bahwa proyek ini sangat menguntungkan kita”, ungkap Mursil dengan semangat.

Hal yang paling ditekankan Mursil saat itu ialah, jangan ada muncul mafia-mafia yang menghambat proyek jalan tol ini, sehingga kita semua harus bertanggungjawab untuk menjaga keamanan wilayah Aceh Tamiang.

Komentar