oleh

Cooling System Ditbinmas PMJ dengan cara Silaturahmi Kamtibmas dg Pengurus Forum Kemitraan Religi Kamtibmas (FKRK) DKI Jakarta

Investigasi Bhayangkara Indonesia com Pada hari Rabu, 31 Maret 2021 jam 10.00 -11.30 WIB di Cafe Kopitiam Polda Metro Jaya mengundang para tokoh agama se-DKI Jakarta, dengan tujuan untuk mendinginkan/Colling System situasi dan kondisi perkembangan terakhir di Jakarta.

Dalam undangnya selain Kombes Pol Badya Wijaya SH MH juga dihadiri oleh
1. Ustad Abi Jajang ( Islam )
2. Romo A Sayadi (Katolik)
3. Pendeta Manuel Raintung (Protestan)
4. Rusli Tan (Walubi – Budha )
5. Dewi Riyawati S (Konghucu)
6. Ibu Endang Tien (Hindu)

  1. PS.Kasubdit Bintibsos Kompol Sujanto
  2. Kasi Binturmas Kompol MH Panjaitan SH

Masing masing tokoh lintas agama menyampaikan sambutan dengan pointers masing masing dari :

Dari Direktur Binmas Polda Metrojaya :

  • Apresiasi peran para tokoh yg tergabung dalam FKRK dalam menjaga Kamtibmas DKI Jakarta, Ikut bersedih dan prihatin atas kejadian bom bunuh diri di depan Katedral Makasar.
    Ajakan untuk tetap mengajak umatnya tetap tenang dan menjaga kebersamaan.
    Buat testimoni berisi ajakan kepada umat menjaga kedamaian dan viralkan.
    Salah satu yang di jadikan referensi adalah ceramah Imam besar Masjid Istiqlal KH Nazaruddin Umar ttg Fiqih dan Tasawuf.
    Akan kita intensifkan kegiatan silaturrahmi dengan kunjungan ke masing-masing tokoh agama dHarapan doa untuk KAPOLDA semoga beliau tetap sehat untuk memimpin PMJ dalam wujudkan Kamtibmas

Dari Ustadz Abi Jajang(Islam):
Islam tidak mengajarkan bom bunuh diri dalam menegakkan Islam.
Kita semua prihatin kpd saudara kita di Katedral yang menjadi korban, yang penting kami berupaya untuk tetap menjaga keamanan dan kerukunan.
Mari buat statement menyejukkan.
Mari buat testimoni menyejukkan untuk umat

Dari Romo A. Sayadi(Katolik):
Manusiawi bila masing masing personil merasa kecewa krn banyak giat sosial yang sudah kami lakukan termasuk untuk diluar umat kami.
Umat bertanya salah kami apa ?, tapi kami sadar itu semua akibat dari salah tafsir dalam memahami agama.
Terkait dg keamanan kami yakin TNI dan Polri bisa mengelola dan perlu di intensifkan pertemuan dengan tokoh lintas agama termasuk anak anak kita.

Dari Ibu Dewi Riyawati (Konghucu):
Ikut prihatin dg kejadian bom di Makassar dan harap tetap tenang, jangan takut dengan teroris.
Tingkatkan himbauan kpd umatnya untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban

Dari Ibu Endang Tien(Hindu):
Ikut berduka atas kejadian bom bunuh diri di depan gereja katedral Makasar.
Mengutuk kejadian tersebut dan mengajak tetap menjaga kebersamaan dan kerukunan.

Dari Bapak Rusli Tan(Walubi):
Harapan aparat keamanan lakukan law enforcement , kejadian bom bunuh diri itu kasus kriminal.
Hukum yang ditegakan secara maksimalkan
Harapan ekonomi makin baik.
Harapan tetap menjaga kebersamaan dan kerukunan

Dari Bpk Pendeta Manuel Rantung(Protestan):
Meyakini pelaku tidak ribuan tapi puluhan, tidak banyak.
Hal2 anti NKRI anti kemapanan masih ada.
Harapan Saling menguatkan dan sering bertemu supaya kebersamaan terus makin baik.

Secara umum silaturahmi Kamtibmas berjalan dengan baik, terjalin komunikasi yang komunikatif, dengan tetap memedomani protokol kesehatan.
Setiap 2 Minggu Sekali / 1 Bulan sekali diagendakan pertemuan FKRK.

Komentar

News Feed