Di Tengah Tekanan Pandemi Covid-19, Pemprov Banten Raih Penghargaan Capaian Investasi Terbaik Keempat

BANTEN188 Dilihat

Investigasi Bhayangkara Indonesia| Serang- Provinsi Banten mendapat penghargaan sebagai salah satu daerah dengan nilai investasi tertinggi ke-IV secara nasional dalam hal realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) tahun 2021.

Piagam penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Investasi atau Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI, Bahlil Lahadalia di Ruang Nusantara Kantor BKPM RI, Jalan Jend. Gatot Subroto No. 44, Jakarta, Rabu (16/2/2022). Penghargaan diterima oleh Plt Kepala Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Banten Komarudin.

Turut hadir dalam acara pemberian penghargaan atas capaian realisasi investasi tahun 2021 itu Sekjen Kemendagri Suharja Hardiantoro, Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal Imam Soejoedi, Pejabat eselon I kementerian BKPM RI, Pejabat eselon I Kemendagri, Gubernur, Bupati dan Walikota penerima penghargaan atas capaian investasi tahun 2021.

Ada tujuh Provinsi dengan realisasi investasi tertinggi pada tahun 2021, mereka adalah Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Timur, Banten, Riau, Jawa Tengah dan Maluku Utara. Selain itu ada juga 10 Kabupaten dan Kota dengan nilai investasi tertinggi yakni Kabupaten Bekasi, Kota Surabaya, Kabupaten Halmahera Tengah, Kabupaten Morowali, Kabupaten Karawang, Kabupaten Mimika, Kabupaten Konawe, Kota Balikpapan, Kota Cilegon dan Kabupaten Gresik.

Seusai mendapat penghargaan, Komarudin mengatakan dirinya sangat bersyukur atas penghargaan yang diberikan. Hal ini tentu tidak terlepas dari kerjasama dan upaya maksimal seluruh OPD yang ada di Pemprov Banten dalam rangka melaksanakan segala arahan dari Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) dan Wakil Gubernur Andika Hazrumy.

“Ini bukan prestasi satu OPD saja, tetapi prestasi Pemprov Banten dibawah kepemimpinan Gubernur Banten bapak Wahidin Halim dan Wagub Banten bapak Andika Hazrumy,” ujarnya.

Dikatakan Komarudin, kondisi perekonomian pada tahun 2021 begitu sangat berat, itu dirasakan tidak hanya di Pemprov Banten tetapi juga di seluruh daerah di Indonesia. Hal itu tidak terlepas dari lonjakan kasus Covid-19 yang begitu tinggi yang mengguncangkan berbagai sektor, termasuk perekonomian dan investasi.

“Pada tahun 2021 kami menargetkan investasi sebesar Rp61 triliun, namun yang terealisasi sekitar Rp50 triliun. Kalau melihat progresnya, seharusnya bisa tercapai,” ucapnya.

Komarudin menambahkan, setidaknya ada dua sektor investasi yang nilainya cukup tinggi sepanjang tahun 2021, sektor industri pengolahan dan sektor properti. Di tengah Pandemi memang sangat sulit bagi Pemda untuk meningkatkan nilai investasi.

“Tapi karena strategi pemasaran dan sosialisasi kita yang maksimal dan massif, akhirnya capaian nilai investasi kita cukup tinggi,” ucapnya.

Komarudin melihat tingginya capaian nilai investasi di Banten itu karena investor merasakan langsung berbagai kebijakan dan pembangunan yang dilakukan oleh Pemprov sangat menunjang sektor usaha mereka. Di samping itu Banten juga memiliki bonus letak geografis yang sangat strategis yang sangat menguntungkan.

“Pertama soal infrastruktur yang sangat memadai dan menunjang usaha investor seperti akses jalan yang baik, suplai listrik, air bersih dan energi yang aman bagi kelangsungan usaha mereka,” ujarnya.

Selanjutnya faktor ketenagakerjaan yang tersedia dengan baik sesuai standar kompetensi yang dibutuhkan perusahaan, termasuk gaji yang sudah sesuai standar UMR.

Faktor lainnya yang utama adalah proses perizinan yang mudah, cepat, tidak berbelit-belit, sehingga membuat para investor tertarik untuk masuk ke Banten. Kemudian juga faktor keamanan dan ketertiban yang terjaga dengan baik.

“Kita akan berusaha terus meningkatkan nilai investasi, karena itu menjadi salah satu faktor untuk pertumbuhan ekonomi. Kalau ekonomi tumbuh, serapan tenaga kerja juga akan meningkat, pengangguran berkurang, kesejahteraan pasti akan meningkat. Kemudian angka kemiskinan juga akan turun,” jelasnya.

Sementara itu Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI, Bahlil Lahadalia dalam sambutannya mengatakan, pemberian penghargaan ini baru dilakukan saat ini kepada Kepala Daerah tingkat Provinsi maupun Kabupaten dan Kota, karena sebelumnya tidak pernah ada.

Capaian realisasi investasi secara Nasional pada tahun 2021, menurut Bahlil, mencapai Rp900 triliun. Capaian itu juga tidak terlepas dari hasil usaha seluruh Kepala Daerah baik pada tingkat Provinsi, Kabupaten maupun Kota, tidak hanya Kementerian.

“Investasi itu penting, karena dalam berbagai kesempatan bapak Presiden mengatakan bahwa investasi itu merupakan pintu masuk untuk menciptakan lapangan pekerjaan guna mensejahterakan rakyat sekaligus untuk memberikan nilai tambah meningkatkan produktivitas negera kita,” ujarnya.

Bahlil mengaku ingin membangun semua wilayah di Indonesia dari Aceh hingga Papua. Karena memang Itulah esensi dari apa yang dimaksud oleh pak Presiden untuk membangun Indonesia centris.

Instrumen kesejahteraan itu banyak variabel salah satunya investasi. Data menunjukkan sejak Indonesia merdeka, investasi diluar pulau Jawa. Hal itu terlihat sampai tahun 2020 kuartal 3, serapan nilai investasi lebih dominan di daerah yang berada di wilayah Jawa. “Artinya investasi di pulau Jawa lebih tinggi daripada diluar pulau Jawa,” tambahnya.

Diakui Bahlil, untuk itu pemerataan pembangunan yang dilakukan oleh Presiden, tujuan utamanya untuk pemerataan ekonomi di daerah-daerah luar Jawa. Karena memang pulau Jawa mempunyai infrastruktur yang memadai seperti SDM yang memadai, cost ekonomi yang kompetitif.

“Sampai sekarang investasi di luar Pulau Jawa itu sudah lebih besar yaitu 52 persen dibanding di Pulau Jawa,” tutupnya. (YG).