oleh

DIALOG INTERAKTIF DENGAN TEMA SOSIALISASI PENCEGAHAN DALAM PENANGANAN COVID-19 DI PAPUA

Investigasibbayangkara.com, Jayapura – Pada hari Rabu tanggal 13 Mei 2020 pukul 08.00 Wit bertempat di Media Center Polda Papua telah dilaksanakan dialog interaktif Polisi menyapa dengan tema “Sosialisasi Pencegahan dalam Penanganan Covid-19 Di Papua”.

Hadir sebagai Narasumber yakni Kabid Dokkes Polda Papua Kombes Pol. Drg. Agustinus Mulyono Hardi. T, Kadis Kesehatan Dr. Robby Kayame, bag Psikologi Polda Papua Iptu Dian Rini Pratiwi, dinas kesehatan Dr. Arry. Kegiatan siaran dilaksanakan dengan cara by phone, yakni Presenter memandu acara langsung di Studio Pro 1 RRI Jayapura sedangkan narasumber berada di Media Center Polda Papua.

Dr. Arry dalam kesempatannya mengatakan bahwa saat ini Posko di Kabupaten Kota sudah berfungsi sejak penanggulangan covid-19, kita ada 16 rumah sakit rujukan dalam penanggulangan covid 19 ini sudah dengan lintas sektor dan yang terpenting adalah kita harus menangani ini bersama-sama.

Temuan kasus dilakukan dengan cepat dengan melakukan rapid test dan sekarang dilakukan pemeriksaan rapid tes secara masif, bila hasil dari rapid tes ada yang reaktif maka akan dilakukan PCR, saat ini PCR di Jayapura sudah terbuka untuk Litbangkes, Kesda di daerah Jayapura, Yapen, Timika.

Ini menggambarkan usaha kita untuk mendeteksi dan penemuan kasus covid 19 saat ini adalah pemeriksaan yang masif dan kita berusaha untuk mendapatkan sebanyak mungkin orang yang positif kemudian kita lakukan isolasi dan di obati untuk memutus penularan covid 19.

Tugas utama dari dinas kesehatan adalah bagaimana untuk meyakinkan bahwa kita bisa memutuskan rantai penularan covid 19, saat ini angka meningkat karena kita menjadi adektif untuk mencari kasus melalui stresing dan memeriksa ODP, PDP yang ada di masyarakat, dirumah sakit dan kita sudah memetakan hal ini, beberapa interfrensi yang dianjurkan seperti Sosial Distancing, Psycal Distancing wajib pakai masker harus dijalankan oleh masyarakat.

Kabid Dokes Polda papua KBP Drg. Agustinus dalam kesempatannya mengatakan bahwa kita melakukan upaya dari rumah Sakit Bhayangkara agar tenaga medis tidak terjangkit virus dengan selalu mengikuti SOP, menggunakan APD yang lengkap sesuai dengan standar, memberikan vitamin secara rutin, dilakukan karantina (tidak pulang kerumah) dari kadis menyiapkan Hotel Horison untuk tempat tinggal tenaga medis, sehingga keluarga juga merasa nyaman dan secara rutin melakukan rapid tes untuk deteksi dini, selalu memberikan motivasi kepada tenaga medis.

Kendala kami berkaitan dengan APD, saat ini sudah tercukupi, kita harus berkoordinasi yang baik, karena rumah sakit rujukan sudah ditunjuk untuk bertanggung jawab pada pasien positif dengan gejala berat, dan rumah sakit yang lain menangani pasien dengan gejala ringan dan sedang. Ketika mendapatkan pasien dengan gejala yang berat bisa menampung pasien tersebut mengingat ruang isolasi minim.

Kami mengharapkan seluruh masyarakat untuk bekerja sama dengan pemerintah untuk berperilaku hidup sehat, bersih, jaga jarak, menerapkan Sosial Distancing untuk menekan infeksi virus covid 19 bisa efektif, disamping pemerintah terus melakukan upaya pencegahan melalui rapid tes dan PCR.

Bag Psikologi Polda Papua Iptu Dian Rini Pratiwi dalam kesempatannya mengatakan bahwa dari Psikologi Polda Papua dan satgas rehabilitasi dari Operasi Aman Nusa kami sudah melakukan pendampingan psikologis secara langsung dan variabel dengan penguatan psikologis kepada masayarakat, kita juga melaksanakan patroli dialogis dengan bertatap muka secara langsung dengan masyarakat yang ada rasa kecemasan dan ketakutan yang berlebihan akan terdampak dari penyebaran covid 19.

Dalam menghadapi pandemi corona virus (covid 19) saat ini seseorang mudah mendapatkan informasi dari media sosial yang berlebihan sehingga mengakibatkan seseorang menjadi panik, merasa terancam, gelisah dan takut yang berlebihan akan terdampak dari penyebaran covid 19, oleh karenanya masyarakat harus mencerna dengan baik setiap informasi yang didapatkan, dan menerima dari sumber yang jelas, tidak secara mentah menerima informasi yang ada.

Saat ini mayarakat tidak memikirkan dirinya sendiri melainkan memikirkan orang lain, sekarang banyak kita lihat bahwa banyak orang yang sudah mulai empati dan peduli kepada masyarakat lainnya dengan memberikan masker secara gratis, bahan makanan.

Upaya yang sudah dilakukan penguatan mental psikologi, memberikan motivasi kepada tenaga medis yang secara langsung menangani pasien covid 19, maka dari itu masyarakat juga harus memahami bahwa virus covid 19 ini bukanlah aib yang harus dijauhi oleh masyarakat, tapi ini merupakan wabah penyakit yang mana kita semua harus bersama-sama untuk memutus rantai penularan covid 19.

Kepala Dinas Kesehatan Dr. Robby Kayame dalam kesempatannya mengatakan bahwa kita semua memberikan penguatan kepada semua orang dan kita melakukan rapid tes untuk mengetahui seseorang yang terjangkit virus covid 19 dan dilakukan isolasi agar tidak menyebar kepada orang lain.

Saat ini dokter, perawat tenaga medis kita turunkan kami akan memperkuat di Kota Jayapura dan Keerom, termasuk Timika serta Merauke, Dengan harapan untuk masyarakat dapat melakukan rapid tes untuk memutus rantai penularan covid 19.

Seluruh Kabupaten Kota mengirim rapid tes 1000 rapid tes, Paniai 1000 rapid tes, Jayawijaya 1000, Nabire kami rencanakan untuk dilakukan rapid tes kepada masyarakat sudah interaksi keluar dari wilayah termasuk TNI-Polri, Medis, dan masyarakat.

Saya mengharapkan kepada masyarakat juga harus patuh dengan aturan pemerintah dengan menggunakan masker, menerepkan Sosial Distancing, tetap tinggal dirumah, harus ada kesadaran dari masyarakat, TNI Polri tenaga medis sudah sering memberikan himbauan untuk mengurangi interaksi sosial untuk memutus mata rantai penularan covid 19.

Jayapura, 13 Mei 2020

Dikeluarkan oleh: Subbid Penmas Bid Humas Polda Papua, Alamat Jln. Dr. Sam Ratulangi no. 8 Jayapura,

Komentar

News Feed