oleh

DIALOG INTERAKTIF DENGAN TEMA SOSIALISASI PENCEGAHAN DALAM PENANGANAN COVID 19

Investigasibbayangkara.com, Jayapura – Pada hari Rabu tanggal 13 Mei 2020 pukul 19.00 Wit bertempat di stasiun TVRI Jayapura telah dilaksanakan Dialog interaktif dengan tema “sosialisasi pencegahan dalam penanganan covid 19”, menindak lanjuti keputusan Gubernur Provinsi Papua besama Forkopimda terkait tentang perpanjangan masa tanggap darurat covid 19 serta pembatas sosial yang diperluas dan di perketat.

Hadir sebagai Narasumber Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Drs. Ahmad Musthofa Kamal SH, Kapendam XVII Cenderawasih Kolonel CPL. Eko Daryanto, Kasat Pol PP & PBD Papua Welliam Manderi, S.I.P, M.Si.

Kasat Pol PP & PBD Papua Welliam Manderi, S.I.P, M.Si dalam kesempatannya mengatakan bahwa sampai saat ini berkaitan dengan pembatasan wilayah sosial bersekala luas sudah ada pada 4 tahapan.

Yaitu tahapan pertama tanggal 26-09 April 2020, Tahapan ke dua tanggal 10 April-23 April 2020,Tahapan ke tiga tanggal 23 April – 06 Mei 2020, Tahapan ke empat tanggal 07 Mei -04 Juli 2020. Dari pembatasan sosal ini kita sudah melakukan pernyataan status tanggap darurat ke dua.

Dari pembatasan bersekala luas yang di perketat, tanggap darurat yang dilakukan sampai hari ini, kami liat trek masih meningkat, oleh sebab itu sesui dengan kesepakatan ke 4 kemarin dimana Wagub bersama forkopimda menginginkan penanganan disiplinan masyarakat dengan cepat sehingga bisa mengurangi virus.

Dari pertemuan-pertemuan di lakukan sampai kemarin kita tindak lanjuti dengan tim Covid Papua melakukan diskusi dan dari diskusi tersebut akan ada beberapa tahapan yang akan di lakukan.

Pertama dari tanggal tanggal 11 Mei -12 Mei 2020 ialah sosialisasi lewat media electronik dan media lainnya, hari ini tanggal 13-16 Mei 2020 kita melakukan sosaisasi dengan cara langsung turun di lapangan memberikan penyampaian kepada masyarakat terkait kedisiplinan dan pemberian stiker himbauan agar masyarakat paham dan mengerti. Perlu ada pemahaman masyarakat untuk mentaati himbauan atau pernyataan yg di sampaikan oelh pemerintah sehingga bisa menekan virus.

Tanggal 17 Mei -21 Mei 2020 kita akan melakukan penindakan tanggap darurat yang di perpanjang, dalam berbagai rangkaian kegiatan dilakukan kita bekerja sama dengan Polda dan kodam yang jadi tugas tanggung jawab kita sebagai tim satgas yang merupakan perintah dari Satgas Provinsi Papua.

Gubernur dan forkopimda menginginkan kita cepat melakukan tindakan penanganan covid 19 dengan langkah humanis sehingga masyarakat sadar dan taat. Oleh sebab itu dalam upaya ini kita sebagai aparat pemerintah kita lakukan hal terbaik untuk masyarakat banyak.

Khusus di Jayapura kita sudah dilakukan berbagai sosialisasi di beberapa titik di tempat masyarakat berkumpul. Maksudnya masyarakat yang ada di tempat tersebut melakukan protokol kesehetan, oleh sebab itu di titik tadi menjadi domain kita sosialisasi kepada masyarakat.

Beberapa waktu kedepan akan di lakukan Tindakan-tindakan, seharusnya masyarakat harus taat agar mempercepat penanganan covid 19. Kita tidak ingin kembali perpanjangan darurat ini maka dari itu masyarajat harus patuh, taat dan disiplin sehingga Apa yang kita harapkan semua bisa tercapai.

Di harapkan ada sinergitas antara pemerintah kota, kabupaten ke distrik atau di distrik ke lurahan hingga RT/RW, kita tetap melakukan kordinasi ke semua Kabupaten Kota sampai saat ini ada 5 daerah menjadi zona merah hal yang penting penangan serius.

Kita di Papua tidak melakukan hal-hal seperti aparat di India, kita punya perilaku memberi salam sapa kepada siapa saja, penindakan ini Kapolda dan Pangdam menyampaikan kepada tim tugas untuk melakukan dengan cara humanis. Beberapa hari kedepan ketika melakukan penegakan kita akan memberikan sangsi.

Patuh dan taat setiap himbauan aturan yang di sampaikan pemerintah, kunci garda terdepan ada di seluruh masyarakat, tinggal dan diam di rumah itu yang terus dilakukan, “Saya Jaga Ko, Ko Jaga Sa Kitong Semua Selamat”.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Drs. Ahmad Musthofa Kamal SH, mengatakan bahwa kita mau dari tahapan pertama penangan covid 19 ini selesai karena di Papua pertama tama di Indonesia melakukan penutupan tranportasi jeluar masuk ke wilayah Papua, sesui itu karena tidak kesadaran maka dari itu kita memberi pelajaran dan sosialisasi.

Namun tahapan pertama sampai tahapan ke tiga tidak ada kesadaran yang membuat kita cukup prihatin. Apa menjadi kebijakan pak gubernur, Kapolda, Pangdam dan forkopimda mengambil kebijakan strategi penanganan covid 19 tidak merebah keseluruh Papua.

Maka dari itu langkah dilakukan pimpinan daerah kita (Polri) siap mendukung tugas yang di emban rekan Satpol PP bersama sama melakukan tindakan ke empat.

Harapan kita tentu jangan sampai perpanjangan tanggap darurat ke lima, ketika diberlakukan penindakan tidak ada aktifitas masyarakat di luar rumah, semua dilakukan kegiatan beribadan mauapun belajar semua dari rumah, itu harus di podomani dan dilaksanakan.

Faktanya masih ada kemacetan di Kota Jayapura dan kami minta kepada rekan kami di Kabupaten Timika aktivitas masyarakat masih tinggi, patut dan layak ketika pimpinan kita mengambil langkah strategis melakukan penutupan. Berkali kali pimpinan kita memberi himbauan kepada masyarakat untuk tidak melakukan keguatan keluar rumah bila keluar rumah tetap gunakan masker.

Kepada seluruh masyarakat ini masalah covid 19 ini maslah bersama, Pemerintah, TNI-Polri tidak abisa melakukan sendiri, perlu kesadaran dibangun perorangan di lingkungan kita tinggal dan tempat bekerja kemudian kita sosialisasi bersama kita saling mengingatkan.

Terkait sosialisasi dilakukan oleh Polri sudah dilakukan sejak awal bulan Maret dari Ops Aman Nusa II yang di bentuk dari Mabes Polri, Ops Aman Nusa II terkait bencana alam virus khusus penanganan ini.

Untuk sosialisasi kita lakukan sejak dini, awal bulan Maret kita sudah dilakukan sosialisasi kepada masyarakat baik melalui media electronik,cetak maupun medsos. Rekan-rekan kita Satuan Pol Air mereka melakukan sosialisasi di kawasan dipisisir pantai mauapun di sisi danau sentani, kita terus lakukan upaya sosialisasi ini dengan menyambangi masyarakat.

Kapolda Papua telah memanggil para Kapolres dan para Kasat Segarnizun Jayapura untuk menindak lanjuti perintah presiden, presiden perintahkan Bhabinkamtibmas dan Babinsa untuk mengawal pembagian bantuan pemerintah harus sampai kepada masyarakat jangan sampai tumpang tindih.

Tiga kepala daerah di Jayapura sepakat tidak ada aktivitas pukul 14.00- 06.00 wit dengan harapan untuk memutus mata rantai covid 19 ini, ketika ada masyarakat kumpul kita akan himbau bilapun sudah di himbau masih melanggar akan di berikan tindakan.

Ada beberapa titik nanti akan ada posko di Abepura, Jayapura Selatan dan Taman Imbi untuk memotong mobile masyarakat yangg melintas kita suruh balik, strategi yang telah dibangun pimpinan kami, kami pelaksana di lapangan akan tindak lanjuti.

Jangan sampai kita terlena dengan situasi dan kondisi ini, seluruh warga masyarakat kita lawan virus corona ini dengan tetap disiplin lakukan langkah langkah strategis untuk sama sama cegah covid 19 di Tanah Papua dengan demikian puji tuhan akan segera tuntas kita bisa lakukan aktivitas dengan sedia kala.

Kapendam XVII Cenderawasih Kolonel CPL. Eko Daryanto mengatakan bahwa ketika pandemik ini menyebar di Indonesia kita apresiasi keputusan bersama Forkopimda Papua dengan langkah strategis yang dilakukan pemerintah Provinsi Papua. Kita mendukung anggota Polri dan Satpol PP unsur terdepan dilapangan untuk bersama memberi himbauan kepada masyarakat terkait sosial distencing dan psycal distencing.

Langkah strategis ini perlu di ikuti lapisan masyarakat untuk mengurangi dampak covid 19 ini,kita tidak akan berhasil bila tidak ada peranserta masyarakat itu sendiri.

Mari kita patuhi dan tumbuhkan kesadaran untuk mematuhi protokol yang kita sepakati dalam rangka kita menyelesaikan menguragi pandemi covid 19 di Provinsi Papua kalau bukan kita siapa lagi.

 


Jayapura, 13 Mei 2020

Dikeluarkan oleh: Subbid Penmas Bid Humas Polda Papua, Alamat Jln. Dr. Sam Ratulangi no. 8 Jayapura,

Komentar

News Feed