oleh

Diduga Anak Sekda Bolmong Aniaya Perwira Polisi

Investigasibhayangkara.com, Kotamobagu – Informasi IPDA Harun Pangalima dikeroyok oleh empat Anak Baru Gede, kasus pengeroyokan tersebut sudah ditangani pihak kepolisan.

Dimana Kanit Anoa IPDA Harun menceritakan kronologis kejadian aksi tawuran yang menyebabkan pengeroyokan kepada aparat kepolsian, Minggu (12/7/2020).

Harun mengaku peristiwa pengeroyokan itu terjadi saat dirinya menuju salah satu Masjid untuk sholat sebelum melakukan pengamanan di Hotel Sutanraja Kotamobagu karena ada kunjungan PJU Polda Sulut.

“Pengeroyokannya terjadi sekira pukul 04.00 di Kelurahan Kotamobagu, Kecamatan Kotamobagu Barat, tepatnya depan Toko Tunas Harapan, saat menuju Masjid untuk sholat sebelum melanjutkan pengamanan di Hotel Sutanraja,” kata IPDA Harun di pesan singkat WhatsApp,

Awal kejadian menurut Harun, dirinya melihat sekelompok anak muda yang sedang berkumpul, indikasi mereka akan melakukan tawuran, karena ada mobil yang nomor polisinya di tutupi.

“Naluri saya mengatakan demikian, hingga saya berhenti dan meminta mereka bubar.
Namun, salah seorang pelaku datang menghampiri saya serta memaki maki, sambil melihat nama saya di pakaian dinas yang digunakan dan langsung mengeroyok hingga ke pojok bangunan Toko Tunas Harapan,” lanjut dia.

Bahkan menurut IPDA Harun, yang juga Katim Anoa Polres Kotamobagu ini, meski dirinya sudah terjatuh, para pelaku tetap masih menganiayanya.

“Saya di tendang di dada, hingga terjatuh. Saat terjatuh, badan saya bagian belakang terus di injak hingga terjatuh lagi di aspal jalan, hingga kuku kaki serta lutut luka,” beber dia.

Proses hukum atas para pelaku, oleh Harun akan dilakukan.

“Kasus ini akan tetap di proses hukum hingga ke Pengadilan,” tegas perwira pertama Polres Kotamobagu ini.

Sebelumnya, para pelaku yang masih anak baru gede ini, yaitu, ARG (16) beralamat di Poyowa Besar Satu, FAL (16) Tabang, DT (17) Matali, FB (16) Pobundayan, oleh penyidik sudah menjalani pemeriksaan.

Mereka di BAP berdasarkan laporan polisi, nomor LP/ 492 / VII / 2020 / Sulut / SPKT / Res-Ktg, pada hari Sabtu (11/07/2020).

Kasat Reskrim Polres Kota Kotamobagu, AKP M Fadli S.I.K, kepada media terkait kejadian yang menimpa rekannya, mengatakan, para terlapor sudah di tangkap.

“Kemarin (Sabtu, 11,07,20) tim Anoa langsung menangkap para tersangka, kemudian diserahkan ke penyidik,” tulis AKP M Fadli S.I.K, di pesan WhatsApp, Minggu (12/07/2020).

Namun menurut AKP M Fadli S.I.K, usai di ambil keterangan oleh penyidik, para pelaku dikembalikan lagi ke orang tua masing-masing.

“Diserahkan ke orang tua masing-masing, karena terkait anak di bawah umur, nanti kita menunggu Bapas (Balai pemasyarakatan) hari Senin, mereka dan orang tua dipanggil lagi,” terang Kasat Reskrim Polres Kota Kotamobagu.

Pernyataan yang sama disampaikan Kasubag Humas Polres Kota Kotamobagu, AKP Husman.

“Mereka di tahan 1X24 jam untuk penyidikan, selanjutnya mereka oleh penyidik telah dikembalikan ke orang tua, menunggu Bapas, mengingat mereka masih di bawah umur,” kata Kasubag Humas lewat selular, Minggu (12/07/2020).

Meski telah dikembalikan dan menunggu Bapas, Kasubag Humas menegaskan, proses hukum tetap jalan.

“Proses pidanya tetap jalan,” ungkap AKP Husman, sambil mengingatkan tidak menutup kemungkinan ada pelaku lainnya tergantung hasil BAPnya.

Sebelumnya Aktivis BKPRMI Deddy Martasen menegaskan kasus ini harus diseriusi, dijelaskannya bahwa penganiayaan polisi itu, harus diseriusi jangan pilih kasih.

“Sebab jika kasus itu terkesan pilih kasih karena adanya keterlibatan anak pejabat yakni Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupatan Bolaang Mongondow (Bolmong), jangan sampai terulang kembali. Sebab, jika hanya dibiarkan kasus ini. Bisa diikuti anak-anak lainnya. Maka saya harapkan harus ditindak tegas agar ada efek jera,” tegasnya.

Deddy juga menegaskan, aparat kepolisan jangan terjebak dengan Undang-Undang (UU) Perlindungan Anak.

“Polisi jangan terjebak pada UU Perlindungan Anak, karena saat ini anak yang notabene harus dilindungi malahan banyak menjadi pelaku pelaku kejahatan bahkan sampai pada kejahatan besar,” tutupnya.(tim)

Komentar

News Feed