oleh

Diduga Dana Penyusutan 17 Tahun Habis Tidak Ada Lagi, Aset ‘’ANU ’’ Bisa kita Jual

Investigasi bhayangkara Indonesia, com Berau- Kabupaten berau hingga saat ini sangat bergantung dengan adanya PLTU Lati untuk pasokan listrik, Apabila terjadi salah satu perawatan Boiler salah satu di PLTU lati maka biasanya terjadi pemadaman bergilir. Lalu bagaimana kah mekanisme perawatan Boiler PLTU lati dan Sampai sekarang dua unit mesin Boiler yang digunakan sudah 17 Tahun, Dengan masa mesin yang 17 tahun nilai penyusutan Boiler uangnya tersedia untuk investasi akan datang pengadaan Mesin Boiler Baru. Apakah uang penyusutan untuk mesin Boiler-Boiler betul-betul tersedia di PT Indo Pusaka Berau. Rabu ( 01/01/2020) Abdus Salam B-NewsTV.

Dikutip dari Youtube B-NewsTV Abdus Salam dalam wawancara Dirut PT. Indo Pusaka Berau Najamuddin. Wawancara yang dilakukan di kantor PT. Indo Pusaka Berau ( IPB ) jalan pemuda.

Abdus salam mempertanyakan bagaimana kondisi Mesin Boiler PLTU Lati sekarang seperti apa ?
Dirut PT.IPB menjawab, Terkait dengan kondisi sekarang cukup ada peningkatan di banding beberapa bulan yang lalu dengan kendala kemarin kita cuman mempelajari dimana letak masalahnya ini sehingga terjadi pemadaman dan lain sebagainya. Alhamdulillah sekarang ( 01/01/2020) sudah tiga bulan sudah optimal dan produksinya juga sudah optimal. Produksi kotor perhari itu kurang lebih 19 Mega Wat, itu kotornya tapi belum dikurangi beban pemakaian sendiri.
Saat ini PLTU Lati sudah beroprasi di 19 MW per hari dari kapasitas 21 MW yang beroperasi 3 Mesin Boiler ( 3 Unit Mesin Boiler x 7 MW = 21 MW). Pemeliharan mesin boiler tetap dilakukan secara rutin, Pemeliharaan jangka pendek Dua bulan sekali dan Pemeliharaan jangka Panjang Satu tahun sekali. Pemeliharaan setiap tahun juga dikerjakan bisa lama apabila ada kendala. Kendala datang biasanya terjadi di pekerjaan kalau spart alat sudah di stok.

Abdus salam, biasanya kalau ada kendala salah satu mesin yang mengalami gangguan atau rusak biasanya aka nada pemadaman Listrik bergilir. Dengan kondisi sekarang aktifnya PLTU teluk Bayur apabila ada kerusakan di PLTU Lati apakah masih jadi pemadaman bergilir.
Najamuddin, Kalau pemadaman kita udah ada koneksi dari PLTU Teluk Bayur. Yang jelas kalau PLTU Teluk Bayur mati maka di PLTU Lati akan mengoptimalkan Mesin Boiler yang tiga unit ini. Contohnya kalau di PLTU Lati ada pemeliharaan mesin Boiler maka di PLTU Teluk Bayur berusaha tidak mematikan. Dimasa sekarang ini kebanyakan mesin berjalan semuanya, karena jalan semuanya beban listrik banyak kami larikan ke PT BerauCoal. Pelanggan selama ini ada dua PLN dan PT Beraucoal.

Abdus salam, Kebutuhan Listrik PT BerauCoal ada berapa MW…?
Najamuddin, Kalau sesuai dengan kontrak yang Lama 3 MW akan tetapi aliran listrik kesana jarang sampai segitu.

Abdus salam, Kalau dilihat dari umur pemakaian sudah berapa lama..? Dihitung dari penyusutan atau nilai buku dilihat dari nilai mesin boiler sekarang ini kan umur mesin sudah 17 Tahun. Dengan kondisi yang sekarang nilai ekonomis mungkin mesin boiler ini masuk ke tahap empat yang nilai penyusutannya di angka 30 Tahun. Umur penyusutan sampai 30 Tahun kata Najamuddin. Walaupun di perpajakan itu terbagi menjadi empat penyusutan, tapi di PLTU Lati kita tetap pakai yang 30 tahun karena itu hasil kebijakan perusahaan.
Najamuddin, mesin ini ada Namanya nilai tambah jadi kalau ada nilai pemeliharaan biaya pemeliharaan akan menambah nilai buku, yang tadinya nilai bukunya sudah mau habis di perbaiki lagi apalagi jangka Panjang maka nilai bukunya di perpanjang lagi. Kondisi mesin Boiler 1 dan 2 usianya sudah 17 tahun sedangkan Boiler 3 belinya di tahun 2014. Semestinya Perusahaan ini sudah ada peremajaan mesin tapi melihat kondisi keuangan belum sampai kesana maka kita bertahan dengan yang ada. Kedepan kita juga sudah ada rencana untuk 1 unit untuk PT.BerauCoal kapasitas 7MW.

Abdus salam, Yang Namanya penyusutan itu kan ada uang yang di sisihkan saat umur ekonomi habis, berarti di PT IPB sebagai pengelola di PLTU Lati ‘’ ada dong uang penyusutan 17 Tahun ‘’ logikanya adakan.
Najamuddin, sebenarnya dalam tiori itu betul tapi bagaiman kita sisihkan sementara kita butuh uang. Sehingga penyusutan-penyusutan itu lah yang kita pakai dalam pemeliharaan sehingga menambah nilai ekonomis tidak menambah mesin baru tapi menambah nilai ekonomis. Itu kita ambil biaya dari penyusutan tadi,
Abdus salam, jadi biaya penyusutan yang seharusnya disisihkan untuk Investasi yang akan datang karena situasi kondisi yang sekarang mau tidak mau di pakai buat pemeliharaan.’’ Artinya biaya penyusutan tidak ada lagi’’. Bagaimana ketika umur ekonomis habis dan perlu peremajaan…?????
Najamuddin, Kalau untuk peremajaan untuk saat ini belum.
Abdus salam, bagaimana kalau kita butuhkan biaya peremajaan itu..???
Najamuddin, Tentu segala sesuatunya Kalau memang perlu maka aset yang yang enda ‘’ANU’’ bisa kita jual. Nilai penyusutan itu adalah dalam tiorinya harus disimpan, Tapi secara bisnis tidak mungkin menyimpan uang sebesar itu sementara itu kita memerlukan.’’ Biaya penyusutan adalah biaya untuk peremajaan kembali’’ dan kalaupun ada lebih kita ambil dari modal usaha untuk mengadakan Investasi kembali.
Sumber : Youtube B-NewsTV Abdus Salam ( https://www.youtube.com/watch?v=Cs7b3YJQ86Q )
Penulis : FeryBahagia

News Feed