oleh

Diduga Tersinggung, Pelaku Membacok Imam Masjid Nurul Iman Lagi Sholat Magrib

Investigasi Bhayangkara Indonesia, com. Sumsel-OKI Warga Kelurahan Tanjung Rancing Kecamatan Kayuagung Kab. OKI yang sedang melaksanakan sholat Maghrib di Masjid Nurul Iman, Jum’at (11/9/2020) mendadak heboh.

Pasalnya, saat hendak memasuki raka’at kedua, Arif (59) korban yang saat itu sedang memimpin sholat (imam) dibacok salah satu jemaahnya dengan sebilah senjata tajam jenis parang.

Akibat dari peristiwa itu, korban yang juga menjabat sebagai Ketua Masjid Nurul Iman tersebut mengalami luka serius di bagian leher sebelah kanan korban harus dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kayuagung untuk mendapatkan perawatan medis.

Menurut informasi yang didapat di lapangan, pelaku pembacokan yakni MY (45), warga Perumnas Tanjung Rancing Lk. III Rt. 05 Blok E Nomor 24. Dan saat ini pelaku telah diamankan di Mapolsek Kayuagung.

Saat ditemui di ruang SPKT Polsek Kayuagung, pelaku yang ditemani istrinya menjelaskan bahwa peristiwa pembacokan tersebut terjadi saat dirinya dan korban sedang melaksanakan sholat berjamaah di Masjid Nurul Iman. Menurut dia, tindakan yang dilakukan itu atas dasar adanya ketersinggungan dengan perkataan korban.

Pelaku yang diketahui merupakan salah satu anggota pengurus masjid yang ditugaskan di bidang perlengkapan dan kotak amal merasa tersinggung karena seolah-olah ada tuduhan bahwa pelaku sering mengambil isi kotak amal.

“Aku tersinggung pak, karena siang tadi saat usai melaksanakan sholat Jum’at, korban mengatakan bahwa saya akan diganti serta tidak lagi ditugaskan di bagian perlengkapan dan juga kotak amal. Alasannya, kata korban isi kotak amal sering tidak klop jumlahnya, dan seolah-olah tuduhannya ke aku pak,” kata pelaku.

Kemudian, saat hendak melaksanakan sholat Magrib berjamaah, pelaku yang sudah menyimpan dendam terhadap korban, membawa sebilah senjata tajam jenis parang dari rumah dan berniat untuk menganiaya korban.

“Aku bawa dari rumah parang itu pak. Aku sudah kesal dengan korban. Jadi waktu raka’at pertama, aku langsung hampiri korban dan membacok korban,” kata pelaku dengan nada menyesal.

Atas kejadian itu, korban yang mengaku khilaf menyesali perbuatannya terhadap korban. “Aku nyesal pak, aku khilaf,” ucapnya.

Kapolres OKI AKBP Alamsyah Pelupessy SH, S.IK, M.Si melalui Kapolsek Kayuagung, AKP Tarmizi membenarkan telah terjadi peristiwa penganiayaan di dalam Masjid Nurul Iman. Menurutnya, pelaku dan barang bukti saat ini sudah diamankan di Mapolsek Kayuagung.

“Pelaku dan barang bukti sebilah senjata tajam jenis parang sudah kita amankan di Mapolsek. Selanjutnya akan kita lakukan pemeriksaan terhadap pelaku dan saksi-saksi yang melihat kejadian ini. Pelaku akan kita kenakan Pasal 351 Ayat 2 dengan ancaman pidana paling lama 5 tahun,” pungkasnya. (Ayib IBI/Amru IBI).

Komentar

News Feed