DIREKTUR POS BAKUM LBH KANNI DENIS RISMANTO DAN ORMS GEMPA MINTA PIHAK POLRES LEBAK Tindak Mata Elang (Matel)

BANTEN691 Dilihat

Investigasi Bhayangkara Indonesia, Lebak – Mahkamah Konstitusi telah memutuskan perusahaan kreditur (leasing) tidak bisa menarik atau mengeksekusi obyek seperti kendaraan atau rumah secara sepihak.

Pihak leasing dianggap melanggar hukum jika melakukan perampasan lewat debt collector.

Mereka bahkan dinilai melanggar hukum dan dapat dikenakan pasal berlapis sesuai aksinya dalam melakukan perampasan.

Jika hal tersebut terjadi, maka bisa dikenakan KUHP Pasal 368 tentang perampasan dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara atau Pasal 365 (pencurian dengan kekerasan) dan Pasal 378 (penipuan).

Menanggapi hal ini Denis Rismnto, selaku direktur Pos Bakum KANNI Banten Dan Panglima Ormas Gempa Acong meminta polisi menindak kelompok mata elang yang merampas kendaraan nasabah.

Menurutnya ini sudah meresahkan masyarakat dengan perampasan oleh mata elang yang dilakukan secara ilegal yang ada di Lebak Maupun di Pandeglang ini,

“Saya minta Polres Lebak menindak dept colektor/matel karena adanya aduan-aduan dan keluhan yang disampaikan masyarakat, dan dianggap sudah meresahkan,” ujar Denis

Dari aduan warga, Denis menjelaskan bahwa, keberadaan matel ini sangat meresahkan, karena cara mereka dalam memberhentikan kendaraan yang dianggap target sangatlah kasar, target dikejar kemudian diberhentikan paksa serta tanpa banyak basa-basi kemudian unit (kendaraan) langsung mereka ambil paksa di jalan tanpa kompromi.

“Saya sudah mengantongi bukti dan siapa-siapa saja terlibat, mereka stand by di pinggir jalan secara berkelompok, mulai jalan raya Rangkasbitung arah Pandeglang,” kata Denis.

Denis Rismanto dan Panglima Ormas Gempa acong menanggapi dengan serius kasus ini, dimana sebelumnya menimpa Jajuli seorang pemuda asal Kecamatan Baros, yang motor dan rokoknya dirampas matel.

Kronologi

Jajuli pada hari Senin 28 Juni 2021 jajuli sedang kanpas rokok, dan di ikuti dari lampu merah maja sampe rego

Karena bekerja sebagai sales,
Dalam perjalanan sekitar pukul 15.00 WIB, tepatnya di jalan Raya Rego Petir, sepeda motor ahmad jajuli (Yamaha Mio S Nopol. A 6559 DH merah hitam), dipepet 3 (tiga) orang yang tak dikenal menggunakan motor scoopy merah dan satria f

3 orang tersebut langsung turun dan mengeluarkan kertas putih, BSTK mungkin apa, terus langsung merampas unit tersebut, berikut stnk dan kunci kontak Dan Roko yg di bawa tak berselang lama motor tersebut langsung dibawa kabur para dept colector/matel.

Denis Rismanto beserta ahmad jajuli langsung mendatangi kantor perusahaan leasing, sesuai dengan BSTK (Berita Acara Terima Kendaraan) yang diterima oleh jajuli, tapi kenyataannya di kantor leasing, unit tidak ada

“Ini jelas kuat dugaan bahwa para pelaku itu sudah melakukan tindak pidana murni,” ujar Denis

Sumber Eman Saepul Rohman