oleh

Dirkrimsus Polda Sumsel Memberikan Himbauan dengan Maklumat Kapolda Tentang Larangan (Karhutla) di Wilkum Prov. Sumsel

Investigasibhayangkara.com Sumsel-Palembang, Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof. Dr. Eko Indra Heri S, MM di wakili Dirkrimsus Polda Sumsel Kombes Pol H. Anton Setiyawan, S.IK,SH,MH didampingi Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Drs. Supriadi, MM setelah melaksanakan Press Release Ungkap Kasus Pelaku (Karhutla) Pembakaran Hutan dan Lahan di Wilayah Hukum Polda Sumsel, Jum’at (18/7/2020).

Dalam keterangannya Dirkrimsus Polda Sumsel Kombes Pol H. Anton Setiyawan, S.IK, SH, MH, didampingi Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Drs.Supriadi,MM menerangkan kasus ini kali pertama dibulan Juli di tahun 2020 mengenai kasus pembakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang dilakukan oleh 6 tersangka, 2 diantaranya laki-laki dan 4 tersangka lagi adalah perempuan, ujarnya.

Diantaranya Surasmo (30) Dusun III, Kelurahan Panca Warna, Kec. Pedamaran Timur Kab. OKI, Bagio (45) Desa Mangga Raya Kec. Tanjung Lago Kab, Banyiasin, Susilah (47)Hasnah (66), Muryati (65), ketiga tersangka tersebut beralamat Dusun III Desa Karang Agung Kec. Abab Kab. Pali, dan AlMiyati (46)Dusun II, Desan Karang Agung, Kec. Abab Kab. Pali.

“Modus para pelaku melakukan pembakaran hutan ini adalah untuk membuat lahan pertanian, seperti membuat lahan kebun karet, kebun semangka, kebun jagung, para pelaku dengan sengaja melakukan pembakaran sedikitnya 1 hektar lahan”, jelas Dirkrimsus.

“Salah satu tersangka mengatakan dari Dusun III Kel. Panca Warna Kec. Pedamaran Timur, Kab. OKI pemilik lahan Surasmo (30) mengatakan, kami melakukan ini karna membuat lahan perkebunan dan pertanian, dengan membakar hutan ini biaya nya murah,” terangnya.

“Barang bukti yang berhasil diamankan diantaranya 1 bilah Parang panjang, 1 bilah gancu, 1 botol aqua berisi minyak solar dan 1 Korek api merek Tokai, abu bekas bakaran, 1 batang bambu,” jelasnya

“Dirkrimsus sudah menyampaikan kepada seluruh jajaran Polda Sumsel melalui Kasatwil Polda Sumsel dan jajaran tentang Maklumat Kapolda Sumsel Larangan Pembakaran Hutan dan Lahan atau Ilalang/Semak Belukar (Karhutla) di wilayah Hukum Provinsi Sumsel, harapnya.”

Pasal yang terapkan para pelaku karhutla sudah jelas dan berbeda-beda diantaranya Pasal 108 KUHP, Pasal 78 KUHP, dan Pasal 187 KUHP dan Pasal 188 KUHP Pidana kurungan paling sedikit 5 tahun dan Paling banyak 15 tahun dan denda Paling banyak 10.000.000.000,-(Sepuluh Miliar Rupiah), Tegasnya. (Amru IBI).

Komentar

News Feed