Ditlantas Polda Banten dan Tim Gabungan Laksanakan Simulasi Kontinjensi Bencana

BANTEN240 Dilihat

Investigasi Bhayangkara Indonesia| Cilegon- Ditlantas Polda Banten mengikuti kegiatan gabungan Simulasi kontinjensi Bencana di dua tempat yang berbeda. Titik kumpul kegiatan tersebut di Hotel Royal Krakatau Cilegon pada Rabu (20/04) pagi.

Kegiatan Simulasi Kontinjensi Bencana tersebut dihadiri oleh Kepala Basarnas Marsda TNI Henri Alfiandi, Anggota Komisi V DPR-RI, Komandan Lanal, Dirsabhara, Dirpolair, Kadishub Provinsi, Kasi Laka dan Ka Induk PJR WSP mewakili Dirlantas Polda Banten.

Setelah berkumpul di Hotel Royal Krakatau Cilegon dilanjutkan dengan kegiatan pertama yaitu Simulasi penanganan kecelakaan lalu lintas di Km 94.600 A arah ke Merak, setelah simulasi pertama dilanjutkan ke simulasi kedua yaitu penanganan Kapal terbakar dan evakuasinya dilaksanakan gabungan TNI Angkatan Laut, Polair dan Basarnas.

Simulasi berupa pertolongan menggunakan helikopter untuk evakuasi pemudik korban kecelakaan. Sebelumnya. korban telah mendapat pertolongan dari Tim SAR di darat. Korban kecelakaan atau sakit akan dipindahkan ke tempat aman untuk selanjutnya dibawa dengan mobil ambulans menuju rumah sakit

Dirlantas Polda Banten Kombes Pol Budi Mulyanto melalui Kasi Laka Subditgakkum Ditlantas Polda Banten AKP Tri Sutrisno mengatakan Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pengetahuan dan kemampuan dalam simulasi kontinjensi bencana.

“Simulasi ini dibuat untuk memberikan jawaban kepada masyarakat jika terjadi kecelakaan di jalan tol yang memiliki kesulitan tingkat tinggi dan membutuhkan kecepatan untuk bisa menolong korban,”kata Tri Sutrisno.

Tri Sutrisno mengatakan kegiatan ini untuk melatih kecepatan dalam penyelamatan. “Kegiatan simulasi ini juga berkaitan dengan kemanusiaan dan tentunya langkah cepat untuk menyelamatkan korban kecelakan lalu lintas dan juga di tengah laut. Tidak boleh terlambat guna menyelamatkan manusia,”ungkap Tri Sutrisno.

Tri Sutrisno berharap. “Dengan adanya kerjasama ini, ada kesempatan untuk berlatih bersama sehingga semakin mengasah keterampilan para petugas dalam membantu korban, ini sangat baik untuk memastikan keamanan masyarakat,”ujarnya. (Bidhumas/YG).