oleh

Evaluasi Kinerja Jajaran Polda Sumsel Ta.2020 : Mang Pedeka, Keberhasilan Pengungkapan Kasus, Karhutla, Narkoba, Lalu Lintas Hingga Korupsi

Investigasi Bhayangkara Indonesia com Sumsel-Palembang

Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof. Dr. Eko Indra Heri S, MM di wakili Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Rudi Setiawan, S.IK,SH,MH,didampingi Irwasda Kombes Pol M Indra Gautama, M. Si.

Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda) Sumsel berhasil mencatatkan sejumlah prestasi dan terobosan selama tahun 2020, baik dalam tugas penanganan kejahatan, peningkatan kamtibmas maupun meningkatkan kinerja di lingkungan internal kepolisian. Hal tersebut terungkap dalam evaluasi kegiatan akhir tahun Polda Sumsel yang dilaksanakan di Ruang Rekonfu Lantai III, Mapolda Sumsel, Rabu (30/12/2020).

“Secara umum, sampai saat ini di Sumsel masih dalam situasi kondusif dan terkendali.  Kejahatan itu pasti ada, namun masih dalam konteks terkendali,” kata Kapolda Sumsel Irjen Pol. Prof. Dr. Eko Indra Heri S, MM melalui Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Rudi Setiawan, S. IK, SH, MH yang didampingi Irwasda Polda Sumsel Kombes Pol M Indra Gautama,M.Si serta pejabat utama Polda Sumsel.

Lebih lanjut Rudi mengatakan, Polda Sumsel juga telah meluncurkan Program “Mang Pedeka” sapaan akrab bagi warga kota Palembang. Filosofi yang ingin diambil dari program yaitu polisi adalah “dulur kito.” Oleh karenanya, apabila kita ini berdulur, hendaklah setiap permasalahan apapun dapat diselesaikan secara baik-baik.

Ada pula Program Pedeka Jero yang merupakan program pembinaan personel yang berintegritas dan bebas narkoba.  Tujuannya untuk memberantas penyalahgunaan narkoba di lingkungan personel Polda Sumsel.

Di masa pandemi Kapolda Sumsel juga meluncurkan “Warung Mang Pedeka” di Kelurahan Purwodadi untuk membantu masyarakat yang terdampak seperti pengemudi ojek online, dan masyarakat yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).

Sementara di bidang penanganan korupsi Polda Sumsel juga telah berhasil memproses perkara korupsi pengadaan tanah Taman Pemakaman Umum (TPU) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) yang bersumber dari APBD TA 2013 senilai Rp 6 miliar dan telah dilimpahkan ke KPK.

Tugas Kepolisian

Wakapolda Sumsel mengatakan, sesuai UUD 1945 Pasal 30 ayat (4) Kepolisian Negara Republik Indonesia merupakan alat negara yang menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, bertugas melindungi, mengayomi, melayani masyarakat, serta menegakkan hukum.

Dikatakan Rudi, dalam fungsi dan tugas pokok, Polda Sumsel juga telah berhasil dalam penanganan serta penanggulangan narkoba. “Tidak sedikit pengguna narkoba bersenjata yang berhasil dibekuk seperti beberapa waktu lalu terjadi di Muba,” urainya.

Demikian pula dalam penanggulangan dan tindak lanjut kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) bekerjasama dengan TNI serta stakeholder dalam pelaksanaannya. “Melalui adopsi Program Lancang Kuning karhutla di 10 Kabupaten/kota berhasil ditekan dibanding tahun sebelumnya,” lanjutnya.

Di bidang pelayanan internal, menurut Rudi, telah diluncurkan “Pedeka Medis” yang merupakan upaya nyata dalam lingkungan Kepolisian Daerah Sumatera Selatan untuk memberikan bantuan medis serta mengurangi terjadinya resiko serta totalitas personel yang mengalami sakit menahun.

Dari hasik kinerja di tahun 2020 Polda Sumsel berbagai macam mendapatkan Penghargaan di bidang Lingkungan Hidup : Menteri LHK, dibidang masyarakat : Menpan RB RI, di bidang Sinergitas : GM PLN UIKSBS, dibidang kualitas Laporan Keuangan Terbaik : Kanwil DJPP, Kamtibmas : LEMKAPI, Penilain Terbaik Quick Wins : Kapolri, Kerja sama dengan Kodam II/Swj, Sinergitas dengan Kajati Sumsel.

Dalam kesempatan tersebut, dia juga mengingatkan masyarakat Sumsel untuk tetap mengedepankan protokol kesehatan dengan menerapkan 3 M dan bijaksana dalam menggunakan media sosial demi terciptanya Kamtibmas yang baik di Sumsel.(Amru IBI).

Komentar

News Feed