oleh

Focus Group Discussion (FGD), Pengkajian Potensi Konflik Pilkada Tahun 2020 di Kabupaten Pandeglang

Investigasi Bhayangkara Indonesia, Pandeglang (Banten) — Telah dilaksanakan kegiatan Focus Group Discusion ( FGD ) tentang potensi konflik politik pada Pilkada serentak di wilayah hukum Polres Pandeglang, bertempat di Aula Polres Pandeglang, Selasa (04/08/2020).

Dalam sambutannya, Wakapolres Pandeglang Kompol Adrian S.Y. Tuuk, mengatakan, kami mengucapkan selamat datang kepada Tim Penganalisa dari BIK Polri di Polres Pandeglang serta ucapan terima kasih kepada tamu undangan yang sudah meluangkan waktunya untuk hadir dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD), dalam rangka pengkajian potensi konflik Pilkada serentak di Kabupaten Pandeglang.

“Bahwa wilayah hukum Polres Pandeglang membawahi 35 Kecamatan, sedangkan jumlah TPS sebanyak 2.242 TPS se Kabupaten Pandeglang,” ucap Kompol Adrian.

Pada kesempatan tersebut Analis utama Tk I Analisis Baintelkam Polri Kombes Pol Wisnu Handoko, mengucapkan, terimakasih saya ucapkan kepada Kapolres Pandeglang yang telah memberikan fasilitas untuk melaksanakan kegiatan Focus Group Discussion ( FGD ) tentang potensi konflik politik pada Pilkada serentak di wilayah hukum Polres Pandeglang. Bapak dan Ibu sekalian yang kami hormati kami di perintah untuk menganalisa potensi konflik harkamtibmas, sebenarnya dari BIK Polri sudah membuat indek potensi kerawanan Pilkada, namun kita juga harus turun langsung untuk memastikan situasi apa yang sedang terjadi di lapangan.

“Tujuan kami datang kesini adalah untuk bersilaturahmi, sekaligus berdiskusi terkait pelaksanaan Pilkada ditengah pandemi Covid-19 ini, semoga pelaksanaan bisa berjalan dengan lancar, aman dan kondusif,” kata Kombes Pol Wisnu Handoko.

Ditambahkan oleh salah satu dosen Unma Banten Said Ariyan, mengatakan, bahwa potensi konflik terbesar adalah keterlibatan ASN dalam Pilkada ini, dikhawatirkan adanya instruksi langsung untuk memilih salah satu calon dalam Pilkada tahun ini.

“Bahwa tidak menutup kemungkinan akan adanya hasutan atau ajakan dengan mengatas namakan agama di karenakan salah satu calon tahun ini ada seorang perempuan yang mana seorang perempuan dirasa kurang pantas untuk menjadi seorang pemimpin, kita harus sama – sama menjaga agar hal seperti itu jangan sampai terjadi demi terwujudnya pilkada yang aman damai dan sejuk,” ucap Said Ariyan.

Terakhir kata Kombes Pol Wisnu Handoko, terimakasih atas masukan dan saran yang telah di berikan kepada kami, semua ini akan kami jadikan bahan pertimbangan untuk menentukan langkah kedepannya.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Kombes Pol Wisnu Handoko (Analis Utama Tk I Ro Analis BA Intelkam Polri), Kombes Pol Fatori ( Analis Utama TK II RO Analis BA Intelkam Polri), AKBP Erna Sulistyowat
(Analis Madya Ro Analis BA Intelkam Polri), Penata Nuniek Dwi Estuning ( Paur To Ro Analis BA Intelkam Polri), Kompol Adrian S. Y. Tuuk (Wakapolres Pandeglang), Kompol Doharon Siregar (KabagOps Polres Pandeglang), Iptu Sely Eldiansyah (Kasat Intel Polres Pandeglang), Ketua KPU Kabupaten Pandeglang, Ketua Bawaslu Kabupaten Pandeglang, Ketua MUI Kabupaten Pandeglang, Kabid Ketahanan Kesbangpol Kabupaten Pandeglang, tokoh pemuda, tokoh agama, tokoh mahasiswa, tokoh masyarakat, Ketua Kadin Kabupaten Pandeglang.

Komentar

News Feed