oleh

Formal Berharap Tersangka Korupsi Banprop Pendidikan di Kendal Segera Ditahan.

Kendal- investigasi Bhayangkara Indonesia com
Koordinator Forum Rembug LSM Kendal ( Formal) mendesak agar Tersangka dugaan korupsi Bantuan Propinsi ( Banprop) Jateng untuk di Dinas Pendidikan Kendal Tahun 2018 harus segera ditahan.

Hal ini sebagaimana disampaikan Koordinator Formal, Unggul ,” Kami mengharapkan yang sudah jadi tersangka seharusnya ditahan agar tidak bisa menghilangka barang bukti,” ujarnya. (Sabtu,16/1)

Dan Unggul juga menjelaskan bahwa Kasus Bantuan Propinsi Jateng senilai Rp 1,14 Triliun itu untuk seluruh Dinas Pendidikan se Jateng.

Salah satunya di dinas pendidikan Kendal dan dinas pendidikan pekalongan ,untuk kendal adalah bantuan laptop untuk sekolah- sekolah SD di kendal.

Dalam kasus ini aparat sudah menetapkan tersangka di Dinas pendidikan Kendal, namun sampai saat ini tidak di tahan, sepertinya kasus ini tiba-tiba isunya sudah SP3, Semoga saja ke depan aparat akan menindaklanjuti ini sesuai harapan masyarakat penyelenggaraan pendidikan kendal yang bersih dan kredibel,” Kami sebagai Ketua LSM Formal Kendal mengharapkan keseriusan penanganan dan pengungkapan kasus korupsi di dinas pendidikan Kendal,” pungkasnya.

Sebelumnya Wakil Ketua Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi ( GNPK) Jawa Tengah, Rahmat Da’wah juga telah mempertanyakan Kasus Dugaan Korupsi Bantuan Propinsi Jateng senilai Rp 1,14 Triliun Tahun 2018 untuk Dinas-dinas Pendidikan di Jawa Tengah ini penanganannya Mandeg,” Kami menduga kasus ini melibatkan Oknum Pejabat Kuat di Jateng, makanya setelah ditetapkan beberapa tersangkanya, kemudian penanganannya seolah Mandeg. “Ini harus segera diusut tuntas untuk menyelamatkan keuangan Negara,” ujarnya.

Dalam penelusuran Media ini, diketahui bantuan Pemerintah Provinsi Jateng Tahun Anggaran 2018 untuk Kabupaten Kendal dan Pekalongan dikorupsi.

Pemprov Jateng mengalirkan dana masing-masing Rp12 miliar dan Rp10 miliar untuk kedua daerah tersebut.

Di Pekalongan kerugian negaranya diperkirakan mencapai Rp 3,1 miliar dan Kendal Rp 4,4 miliar. Keseluruhan diperkirakan kerugian negara Rp7,5 miliar.

Bantuan Propinsi Jateng di Dinas Pendidikan Kendal berupa laptop sebanyak 854 unit dengan anggaran Rp 8,9 Miliar dan di Pekalongan sebanyak 897 unit dengan anggaran Rp 9,8 Miliar, diduga barang bantuan Laptop yang mestinya digunakan untuk para sekolah di Jateng tidak memenuhi spesifikasi serta terindikasi dananya di Markup untuk keuntungan pribadi Para Koruptor.

(Syailendra/TIM)

Komentar

News Feed