oleh

Gadis Cantik Asal Nias Masuk Islam di Aceh Singkil

-Daerah-17 views

Investigasi Bhayangkara Indonesia, Aceh Singkil – Seorang gadis asal Nias Utara, Sumatera Utara, Nerilois Harefa, 19 tahun, resmi memeluk agama Islam yang sebelumnya beragama Kristen di Aceh Singkil.

Prosesi ucapan dua kalimat syahadat terhadap gadis asal kepulauan Sumut itu berlangsung di Rumah Imam Masjid, Abdul Majid, Desa Lae Pinang, Kecamatan Singkohor, Aceh Singkil, Aceh, Senin, 24 Februari 2020.

Kata orang tuanya, kalau memang itu menjadi pilihan dan keputusan hidupmu saya setuju.

Ikrar syahadat dipimpin oleh Ustaz Jasa yang bertugas di desa tersebut, sebagai dai perbatasan. Usai mengucapkan dua kalimat Taybah itu, Nerilois Harefa pun mengganti namanya menjadi Nur Muhibbah.

Ustaz Jasa mengatakan, keinginan Nur Muhibbah itu masuk Islam sangat simpel, yakni ingin mencari ketenteraman dan ketenangan jiwa.

“Nur Muhibbah yang kesehariannya bekerja di PT Runding Persada Putra (salah satu perusahaan CPO di Aceh Singkil), ternyata sudah lama mempunyai keinginan untuk memeluk Islam, namun baru kali ini terlaksana,” kata Jasa kepada Investigasi Bhayangkara Indonesia, Senin, 24 Februari 2020 malam.

Tentang keinginan Nur Muhibbah masuk agama Islam sudah ia ungkapkan kepada orang tuanya, ketika berkunjung ke Aceh Singkil.Sementara, ujar Ustaz Jasa, orang tuanya dari Nias Utara, Sumut sempat datang berkunjung melihat anaknya kemarin. Tentang keinginan Nur Muhibbah masuk agama Islam sudah ia ungkapkan kepada orang tuanya, ketika berkunjung ke Aceh Singkil.

“Kata orang tuanya, kalau memang itu menjadi pilihan dan keputusan hidupmu saya setuju,” kata Jasa, menirukan ucapan orang tua Nur Muhibbah.

Nur Muhibbah, sempat alami pergulatan bahin, sehingga ketika dirinya dihampiri hidayah dan yakin akan masuk Islam akhirnya ia memutuskan hari ini untuk mengucapkan dua kalimat syahadat.

“Nur juga punya keinginan menikah, karena ada seorang teman pria Subulussalam yang dekat dengan dirinya,” ucap dia.

Namun yang pasti dirinya memeluk agama Islam berdasarkan keinginan pribadi tanpa paksaan. “Bahkan dirinya siap menjalankan perintah syariat Islam,” katanya.

Namun sayangnya, kata Jasa, orang tua Nur tidak ikut menyaksikan anaknya mengucapkan dua kalimat syahadat, karena telah pulang kemarin. ( Laporan Korwil Aceh – Baharuddin berutu )

Komentar

News Feed