oleh

Gambar Walikota dan Wakilnya di Paket Sembako dipertanyakan.

investigasibhayangkara.com, semarang –

Ribuan Bantuan Paket Sembako bagi terdampak Covid 19 yang disalurkan Pemerintah Kota Semarang yang bergambar Walikota dan Wakil Walikota Semarang dipertanyak Pihak Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi ( GNPK) Kota Semarang.

Hal ini sebagaimana disampaikan Ketua GNPK Kota Semarang, Yayik Kusriyanti,” Sudah saya surat klarifikasi ke Sekda Kota Semarang, tapi sampai saat ini belum ada balasan,” ujarnya. ( Senin,4/5).

Bahkan Yayik juga menjelaskan dalam surat Klarifikasi tersebut disamping mempertanyakan Paket Sembako bergambar Walikota dan Wakilnya juga besaran dana Covid 19 yang dianggarkan dan diterima Pemerintah Kota Semarang.

Sementara itu Kepala Dinas Sosial Kota Semarang, Muntoha menjelaskan pihaknya sudah menganggarkan Rp 7 Miliar untuk 90 ribu paket sembako.

Kemudian saat disinggung
terkait Bantuan sembako bergambar Walikota dan wakilnya, Muntohar terkesan tutup mata dan melemparkan jawaban ke Kesbangpolinmas, “Silahkan tanya ke Kesbangpol Mas” ujarnya(Senin 4/5).

Dan saat dikonfirmasi ke Kesbangpolin Kota Semarang melalui Sekertaris Dinasnya, Budi Santoso mengatakan,,”Terkait gambar walikota dan wakil, yang ada di Paket kardus sembako itu bukan wewenang Kami , seharusnya Dinas sosial yang menjawab bukan kami” ujarnya.

Diketahui bantuan sosial yang disalurkan di Kota Semarang terbagi menjadi dua, yaitu dari Kementerian Sosial, BST (Bantuan Sosial Tunai) sebanyak 9483 korta masing masing Masyarakat mendapatkan Rp. 600 ribu yang penyalurannya melalui Bank ke rekening masing masing penerima.

Sedangkan anggaran untuk Bansos dari Kota Semarang yang di ambilkan dari APBD mencapai Ŕp. 7 miliar, untuk 90 ribu paket sembako.

Dan juga ada bantuan dari pihak ke tiga dengan
Sasaran pembagian berdasarkan usulan warga masyarakat di luar PKS (program keluarga sejahtera) yang belum mendapatkan bantuan.(Syailendra/TIM)

Komentar

News Feed