Gandeng Satpolair Kubar, DKP Kaltim Tangkap Pelaku Ilegal Fishing di Muara Pahu

Investigasi Bhayangkara Indonesia, Kutai Barat | Tim Pengawas Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan  (DKP) Kalimantan Timur menggandeng Satpolair Polres Kutai Barat melakukan razia bagi pelaku Ilegal Fishing di wilayah perairan Kutai Barat. 

Dalam giat tersebut berhasil diamankan S (38 th) seorang nelayan dari kecamatan Muara Pahu yang tertangkap tangan mencari ikan menggunakan peralatan yang dilarang yakni alat tangkap ikan dengan setrum listrik di perairan kecamatan Muara Pahu, kabupaten Kutai Barat. Sabtu 24/9/22 malam.

“Hanya memperoleh satu tersangka, setelah itu kondisi cuaca hujan sangat deras.
Melihat situasi di lapangan kami merapat ke Muara Pahu, baru keesokan harinya kita kembali ke polair,” ucap Irmanto, Ketua Tim DKP Kaltim didampingi Kepala Satuan (Kasat) Polair Polres Kubar AKP. Heru Santoso kepada media ini di kantor Satpolair  Melak ilir, Melak Kutai Barat. Minggu 25/9/22

Jadi ini adalah penangkapan atau pengamanan tersangka itu, dilakukan oleh teman-teman polair Kutai Barat.” sambungnya.

Telah diamankan dari tangan pelaku S barang bukti berupa sebuah perahu dan peralatan ilegal yang digunakan dalam aksinya.

“Untuk batang bukti yang sudah dilimpahkan ke kami itu, ada perahu sama ces (mesin ketinting) ukuran perahu satu papan, kemudian dilengkapi dengan.mesin ces nya ditemukan barang bukti berupa aki 1 biji dilengkapi dengan inverter (alat penguat arus setrum).


 
Kemudian juga ada tombak sebagai alat tangkap untuk menombak ikan,” papar Irmanto.

Pengawas Perikanan ahli muda bidang pengawasan DKP Propinsi Kalimantan Timur di Samarinda itu mengaku, di hari pertama melakukan operasi di perairan Melak tim belum mendapatkan hasil. 

Baru kemudian pada malam kedua berhasil melakukan penangkapan pelaku ilegal fishing dengan menggunakan alat setrum listrik di perairan Muara Pahu 

Bahkan, menurut Manto sapaan akrab Irmanto, sebelum menangkap seorang tersangka tersebut, timnya telah melakukan pengejaran tersangka lainnya.
Namun, tidak berhasil karena timnya belum menguasai medan.

“Nah di malam kedua itu kita sempat juga, selain yang tersangka tadi, kita sempat melakukan pengejaran. 
Tapi memang dari medan kita, mereka lebih tahu persis, mereka bisa menyelinap ke sungai-sungai kecil sedangkan armada kita tidak bisa mengejar sampai di situ.” terang dia.

Menurut Manto, operasi tersebut dilakukan karena banyak laporan dari para nelayan terkait maraknya tindakan ilegal fishing ke kantornya.

“Terkait kegiatan ini, jadi sebelumnya memang kami mendapat banyak laporan ada masyarakat yang melakukan ilegal fishing. Terutama di perairan umum dari setrum maupun racun.” terangnya.

Bukan hanya di Kutai Barat saja, menurut Irmanto hampir di semua perairan umum laporan dari pulbaket hampir semua sama. Hingga setiap tim turun ke lapangan keluhannya sama yaitu penggunaan alat penyetrum dan racun.

Tersangka S dikenakan pasal 100 b, dengan ancaman pidananya 1 tahun penjara. Sehingga pelaku tidak ditahan dan hanya dikenakan wajib lapor diri di Polsek Muara Pahu, namun perkaranya tetap diproses secara hukum yang berlaku.
Setelah selesai penyidikan dan pemberkasan selanjutnya kasusnya akan secepatnya dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi di Samarinda.

“Kalau dari apa yang kita temukan itu si tersangka itu masuk kategori nelayan kecil.
Jadi kita menggunakan pasal 100 b, dengan ancaman pidananya 1 tahun.
Jadi kita tidak mengadakan penahanan, cuma kita meminta kepada kepala Desa ya bisa untuk menjamin, sewaktu-waktu nanti di BAP.  Kepala desa bisa menghadirkan.” tandas Manto.

Dengan penangkapan itu, Irmanto berpesan agar kasus penangkapan ini menjadi contoh bahwa pelaku ilegal fishing akan diproses secara hukum.

“Kalau pesan kami, khususnya nelayan ya, jangan dijadikan alasan. Sebenarnya mungkin sebagian besar tahu kalau ini dilarang.
Jangan dijadikan tameng alasan keluarga, alasan anak, terus melakukan tindakan yang melanggar undang-undang.
Jadi ini dijadikan contoh, ini loh diproses lebih lanjut sampai ke pengadilan. Saya pastikan itu.” tegas Irmanto.

Sementara itu Kasat Polair Polres Kutai Barat, AKP Heru Santoso menegaskan agar penangkapan ini menjadi efek jera bagi para pelaku ilegal fishing di kutai Barat.

“Dengan adanya satu contoh ini, pesan saya mudah-mudahan masyarakat lebih tahu, dan kedepannya mereka tidak melakukan yang memang ini jelas-jelas melanggar,” ucapnya

Bukan hanya dari sisi sungai kita yang akan hancur, tapi juga dari perekonomian kita.
Lebih baik apabila kita tidak melakukan hal-hal mencari ikan dan menggunakan alat tangkap yang salah.” tandas AKP Heru.

IBI-Paul