oleh

Ganja Sintetis Bernilai 2,7 Milyar Terungkap, Satresnarkoba Polres Tangerang Selatan Berhasil Amankan 9 Tersangka dan Lokasi Pabrik

Investigasi Bhayangkara Indonesia| Kota Tangerang Selatan

Satresnarkoba Polres Tangerang Selatan telah berhasil bekuk dan ungkap peredaran penyalahgunaan narkotika dengan jenis Tembakau sintetis (Ganja Sintetis-red) selama enam bulan beroperasi dengan tersangka sembilan orang dikenakan pasal 112,114,129,132 undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana minimal 6 tahun, 20 tahun, seumur hidup sampai hukuman mati, Jumat (11/09/21) pukul 13.00 WIB di Lapangan Polres Kota Tangerang Selatan di Jalan Promoter 1 Lengkong Gudang, Serpong 15321.

Dalam konferensi Persnya, Kapolres Tangerang Selatan (Tangsel) AKBP Dr Iman Imanuddin S.H, S.IK., M.H.,menjelaskan Resnarkoba Polres Tangsel telah berhasil mengungkap peredaran penyalahgunaan narkoba serta lokasi pabrik narkoba jenis tembakau sintetis dengan mengamankan sembilan orang tersangka yang diduga melakukan pengedaran penyalahgunaan narkotika yang berskala antar provinsi ini.

Lanjut AKBP Dr Iman Imanuddin S.H., S.IK.,menjelaskan,”Sampai detik ini,kami masih mengembangkan perkaranya dan  proses penyidikan Satresnarkoba berdasarkan  temuan lokasi produksi narkoba sintetis yang telah ditemukan dengan jaringan yang ada dan barang-barang diduga berasal dari impor luar negeri.”terang Kapolres Tangsel kepada awak media, Jumat (10/09/21) siang.

Kronologi yang berawal dari dua orang sebagai pengedar narkoba jenis campuran tembakau sintetis dari Tangerang  sampai orang yang melakukan peracikan bahan sintetis ini di apartemen Rouseville Kota Tangerang Selatan dengan inisial GR,MN,AN, FL,AG, VC, PR dan RH dengan barang sitaan berupa serbuk warna kuning mengandung bahan narkotika jenis MDMB 4EN Pinaca dengan berat 2.623,2 gram dan tembakau sintetis dengan berat total 1.484,94 gram.

“Peredaran mereka sudah antar provinsi menggunakan media social online dengan bahan baku dari luar negeri dari seseorang yang masih menjadi buronan dan dalam proses produksi mereka belajar melalui situs online baik youtube maupun situs leak dengan produksi kurang dari 10 kilogram perbulan .”papar Kasat Narkoba Polres Tangsel AKP Amantha Wijaya Kusuma,S.I.K., M.Si.

“Jaringan ini bermain rapi melalui jasa kurir dan memiliki 3 pabrik baik di Apartemen Rousville, rumah kontrakan di Jawa Barat sampai Kota Makassar dengan konversi senilai 2,7 milyar rupiah. Oleh karena itu kami membutuhkan peran masyarakat agar tidak apatis antar tetangga,”pinta AKP. Amantha Wijaya Kusuma, S.I.K., M.Si .

Himbauan dari AKBP Dr Iman Imanuddin S.H, S.IK kepada masyarakat, “Kita butuh peranan masyarakat baik Ketua wilayah Rukun Tetangga dan Rukun Warga agar waspada kepada para warga pendatang baru di wilayah kita yang dapat berpotensi merusak pemuda-pemudi sehingga perhatian lingkungan akan tetangga sekitar yang baru sangat dibutuhkan.”pungkasnya.(ard subhan)

News Feed