Gerak Cepat, Adrianus ketua IPDKM Apresiasi kinerja Kapolreta Pontianak

KAL-BAR191 Dilihat


Investigasibhayangkara.com Kalimatan Barat
PontianakKasus Pelecehan Seksual yang terjadi beberapa bulan yang lalu di Kelurahan Saigon Kecamatan Pontianak Timur menjadi soratan berbagai pihak, begitu pula oleh Ikatan Pemuda Dayak Kabupaten Mempawah (IPDKM).

Kami dari IPDKM menerima surat laporan tertulis yang ditanda tangani di atas materai dari pihak keluarga korban atas kasus pelecehan yang terjadi pada anak di bawah umur di daerah kelurahan Saigon kecamatan Pontianak Timur” ungkap Adrianus

Dari informasi yang berkembang, kasus ini telah dilaporkan ke pihak Polresta Pontianak satu bulan yang lalu, sehingga seminggu yang lalu pihak keluarga yang didampingi kuasa hukum dan ketua IPDKM diminta menghadirkan saksi untuk melengkapi bahan penyelidikan dan sempat menanyakan kelanjutan kasus tersebut.

Waktu itu kami sempat menanyakan kelanjutan kasus itu ke penyidik dan kami beri waktu 7 (tujuh) hari kerja untuk terus berupaya agar pelaku bisa diamankan. Namun hingga kemarin, belum juga ada upaya tindak lanjut dari penyidik dengan alasan belum lengkapnya saksi-saksi.

Padahal oknum yang diduga pelaku ini sudah mengakui kesalahannya baik di video maupun di depan pengurus Dewan Adat Dayak (DAD) Pontianak Timur makanya kami berencana melakukan aksi solidaritas ini untuk mengamankan pelaku” pungkas Adrianus yang beberapa hari lalu dilantik sebagai ketua Dewan Pemuda Lintas Etnis Kalimantan Barat

Gerakan-gerakan spontanitas akan terjadi jika sebuah permasalahan tidak dapat diselesaikan dengan baik namun berkat kebijaksanaan dari pihak kepolisian yang kali ini langsung atas kebijaksanaan Kapolresta Pontianak melalui Kapolsek Pontianak Timur akhirnya oknum yang diduga pelaku itu telah diamankan di Polresta Pontianak.

Kami apresiasi dan berterima kasih atas gerak cepat Kapolresta Pontianak melalui Kapolsek Pontianak Timur, sebelum aksi kami lakukan, oknum tersebut sudah diamankan. Bukan apa. Kita ini kan saling menjaga, jangan sampai yang bersangkutan ini membuat resah masyarakat sekitar khususnya bagi kami bagian dari keluarga korban. Ini penyakit, Pidofile dan oknum ini bisa saja melarikan diri kalau dibiarkan. Makanya kami sempat berencana melakukan aksi itu namun sudah kami batalkan” tutupnya.
Agus Pangestu