oleh

Gerbang Indonesia Adakan Diskusi Forum Inisiasi Gerakan Kebangsaan Indonesia

Investigasi Bhayangkara Indonesia, com. Jakarta,- Gerakan Kebangsaan Indonesia mengadakan Disakusi Forum Inisiasi Gerakan Kebangsaan Indonesia dengan Thema Sinerginya Shymphoni Dalam Kebhinekaan”, yang dilaksanakan di Hotel Borobudur Jakarta, 14/11/20.

Para pembicara yang hadir dalam diskusi tersebut adalah; Drs.Marzuki Usman ( mantan Menteri Pariwisata Seni dan Budaya) dan para tokoh agama dari NU (Gus Soleh), Muhammadiyah, PGI (Jimmy Sormin), Katolik, Hindu, Budha (Walubi), dan Khonghucu.

Gerakan Kebangsaan Indonesia atau disebut juga dengan Gerbang Indonesia adalah gerakan para pemuda Indonesia yang bertujuan untuk Menjadikan Indonesia yang Maju dan Sejahtera yang di dadasari oleh kesadaran bela negara sebagai bentuk revolusi mental harus ditanamkan sedini mungkin. Kesadaran ini menjadi dasar bagi tujuh penggerak dalam merumuskan Gerakan Kebangsaan (Gerbang) Indonesian.

Wakil Ketua Umum Gerbang Indonesia Denny Agiel Prasetyo mengenai pembentukan Gerbang Indonesia. Denny menjelaskan, selama dua tahun pihaknya berinisiasi membentuk wadah untuk mempersatukan gagasan dari berbagai elemen bangsa dalam melaksanakan bela negara.

“Gerbang Indonesia ini dirumuskan tujuh penggerak yang berbasis kepemudaan, profesional, politik, kewirausahaan, lingkungan, teknologi, keuangan, dan perbankan,” jelas Denny

Denny menerangkan bahwa ada tujuh penggerak itu membentuk kesamaan cara pandang, kesamaan gagasan, dan menyatukan semangat kebangsaan dalam sebuah kesepakatan bersama untuk menyatukan pandangan di tengah perbedaan.

Ketua Harian Gerbang Indonesia, M Basri, menambahkan, dibutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul untuk membangun bangsa ini. Kita harus kelola SDM untuk membangun Indonesia. Bagaimana masalah pertumbuhan ekonomi, SDM dan mengelola sumber daya alam dengan baik,” jelasnya. 

Kegiatan ini juga diikuti berbagai unsur, yaitu tokoh keagamaan, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, tokoh mahasiswa, praktisi, wartawan, partai politik, LSM, dan masyarakat umum dengan mengedepankan protokol kesehatan yang berlaku.*/red[]

Komentar

News Feed