oleh

Habiskan anggaran Ratusan milyar, pekerjaan jalan nasional Ruas Tawaeli – Surumana hasilnya tidak optimal

Investigasi Bhayangkara Indonesia.com. Ruas Tawaeli – Surumana, ruas jalan nasional menghubungkan Kota Palu dengan Kabupaten Donggala, di Sulawesi Tengah (Sulteng), kini menuai sorotan publik.
Pasalnya, ruas Tawaeli – Surumana itu, merupakan salah satu proyek Raksasa Rehabilitasi, dan rekonstruksi, pasca bencana gempa dan tsunami 28 September 2018 lalu, di Palu, dan sekitarnya.
Ruas Tawaeli – Surumana adalah perbaikan jalan ruas Tawaeli – Surumana dengan Pagu Anggaran Rp. 207.050.918.00, dari Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat).
Ruas Tawaeli – Surumana, proyek yang dikerjakan kontraktor plat merah, yakni PT Nindya Karya (NK), didampingi PT. Passokorang (Jo), ditemukan hasil pekerjaan yang tercelah, dan kini jadi sorotan publik.
Bahkan, proyek itu, diduga kuat jenis pekerjaan yang diduga tidak selesai, padahal proyek sudah diterima atau Provisional Hand Over (PHO).
Dari hasil investigasi Konsorsium Media Online (KMO) Sulawesi Tengah, menemukan hasil pekerjaan PT. NK (Nindya Karya), dan PT. Passokorang (Jo), yang diduga belum selesai dikerjakan, seperti pemasangan sejumlah U- ditch, di ruas Jalan Gajah Mada-Diponegoro.
Termasuk pemasangan paving di sekitar lokasi tersebut.
Belum lagi hasil pekerjaan penanganan lereng, di jalur Malonda-Ampera, sudah mulai rusak, terjadi longsor, hingga merusak pasangan batu perkuatan tebing.
Belum lagi hasil pengaspalan, di jalan Abd. Rahman Saleh – Jalan Basuki Rahmat – Jalan Emmi Saelan (Kota Palu), serta Jalan Samratulagi – Jalan Yos Sudarso, juga kondisinya bergelombang.
Demikian juga pekerjaan Trotoar, di jalan Abd Rahman Saleh – Basuki Rahmat, kurang berfungsi baik, sehingga air mengalir ke badan jalan dan mengakibatkan tergerusnya aspal.
“Pekerjaan Trotoar di jalan Abd Rahman Saleh – Jalan Basuki Rahmat kurang baik,”ungkap, Ir Saliman Simanjuntak, warga di Kota Palu yang juga pernah menjabat Kepala Dinas Cipta Karya Sulteng itu.
Sementera itu, Kontraktor PT. NK (Nindya Karya) dan PT. Passokorang, yang konfirmasi Tim Konsorsium Media Online (KMO) Sulteng, melalui Johannes, tapi tidak memberi jawaban, padahal konfirmasi via WhatsApp itu telah dibaca.
Sementara PPK Rhismono ST MT, yang dikonfirmasi via WhatsApp, sempat menjawab salam wartawan.
“Assalamu Alaikum wr wb, dan Prismono menjawab WaalIkum mussalam, serta menyebut pekerjaan sudah selesai, dan sudah di PHO, dan sekarang masa pemeliharaan,” ungkapnya.
Namun, ketika disindir terkait jenis-jenis perkerjaan yang diduga tercelah, PPK Rhismono itu tidak berniat lagi menjawabnya. (*/Tim Konsorsium Media Online)

News Feed