oleh

Hut Agraria dan Tata Ruang Ke 61 Tahun 2021.

Investigasi bhayangkara Indonesia com Sumsel-Palembang

Upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Undang-undang No 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (UUPA) Ke-61 di lingkungan Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Sumatera Selatan. Dilaksanakan dihalaman Gedung Kantor Wilayah BPN Provinsi Sumatera Selatan Jalan Pom IX No 1296 Kampus Palembang. Jum’at (24/9/2021).

Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru mengatakan, Selamat Ulang Tahung Ke-61 kepada Pertanahan dan Tata Ruang disetiap tahunnya ada perbaikan kinerja khususnya kita rasakan di Sumatera Selatan.

Terakhir ” Kita berprogram dengan pemerintah pusat selamat ini, tanda kutif, tidak tergarap tentang retribusi didaerah tersebut atau sudah tergarap oleh dan diberikan legalitas untuk butuh data yang akurat. Untuk mengawali pendataan ini harus turun juga kelapangan, ada sinergitas yang terbangun dari ATR/BPN Provinsi pemerintah Kabupaten/Kota sampai dengan kepala desa bahkan sampai ke tokoh-tokoh adat. Karena dibeberapa wilayah kita ini tanahnya sebagian masyarakatnya masih terikat dengan hukum adat,” tutup Gubernur Sumsel H Herman Deru.

Lebih lanjut Kakanwil BPN Provinsi Sumsel Pelopor menambahkan,Terimakasih hari ini adalah hari Agraria dan Tata Ruang Nasional, sebenarnya memperingati hari lahirnya Undang-undang Nomor 5 Tahun 1961. Dalam rangka menciptakan lapangan kerja baik mikro maupun usaha kecil dan menengah.

” Investor diberikan kemudahan persyaratan-persyaratan sesuai dengan sambutan menteri ada tiga macam, terakhir nanti bagaimana pelaksanaannya. Karena kita baru saja memiliki satu Undang-undang cipta kerja yang mana dalam rangka menciptakan lapangan kerja,” ujar Pelopor.

Sebanyak 120 ribu redistribusi tanah itu secara nasional dan kita di Sumatera Selatan ada 1200 lebih tanah. Ini adalah hasil sebagian besar adalah penyelesaian konflik agraria yang sudah bertahun-tahun, ditempat lain ada sampai puluhan tahun sedangkan di Sumatera Selatan sedang dalam penanganan.

” Makanya hari ini salah satu ekspor di google yang kita sebut dengan “sentuh tanahku” dikantor pertanahan sudah bisa berkomunikasi tentang persyaratan dengan mesin yang kita sudah sediakan, setelah itu bisa memilih sendiri mau hari apa jam berapa dan tanggal berapa datang kekantor untuk menyerahkan berkasnya,” bebernya.

Jadi tidak perlu lagi menguasakan siapapun yang mengurus, jadi bisa tau perjalanan berkasnya sudah sampai dimana tahapannya. Untuk melaksanakan percepatan pendaftaran tanah diwilayah Negara Kesatuan Republik Indoneaia akan dilaksanakan paling lambat akhir tahun 2024 tidak ada lagi sejengkal tanah dengan tidak ada statusnya.

Lanjut pelopor, Teman-teman Krass sudah menjadi salah satu tokoh yang membantu saya di 10 kabupaten/kota yang sudah terbentuk. Sekarang ini yang ingin saya sampaikan, kita sedang dalam tahap untuk melaksanakan percepatan pendaftaran tanah. Masalahnya dengan data pertanahan yang bisa membuat rencana-rencana kegiatan pembangunan yang lebih tepat, karena kita tahu apa yang ada dan dimana masalahnya.

” Niali tanah yang sudah kita sertifikatkan ini dalam mewujudkan mendorong para bupati/walikota segera membentuk 10 kabupaten/kota yang sudah terbentuk. Kami berterima kasih kepada Polda Sumatera Selatan karena prosesnya bekerja dengan sangat baik,”pungkasnya. (Amru IBI).

News Feed