oleh

Implementasi PPK, Brimob Sulteng Laksanakan Patroli Kamtibmas di Luwuk Selatan

Investigasi Bhayangkara Indonesia.com. Luwuk Selatan, Sulteng – Kompi 2 Batalyon B Pelopor Satuan Brimob Polda Sulteng laksanakan kegiatan patroli humanis di kecamatan Luwuk Selatan, Selasa (11/05/2021).

Dalam kegiatan ini, personil Brimob menyambangi desa Bubung dan kelurahan Tombang Permai. Dilokasi ini, selain melaksanakan patroli cipta kondisi Kamtibmas personil Brimob juga memberikan himbauan kepatuhan terhadap protokol kesehatan sekaligus menghimbau warga agar menahan keluarga perantau untuk tidak melaksanakan mudik jelang Idul Fitri 1442 H.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi program prioritas Kapolri (PPK) untuk mendorong terbangunnya disiplin masyarakat akan prokes COVID-19 dan menurunkan angka penyebaran COVID-19 melalui patroli gabungan TNI/Polri dan penegakan Prokes COVID-19 serta mengantisipasi perkembangan sitkamtibmas diwilayah hukum Polda Sulawesi tengah.” ujar Kabag Ops Satbrimob Polda Sulteng Kompol Robi Utomo, S.H., M.H.

Personil Brimob juga sempat menegur kelompok anak-anak yang kedapatan bermain petasan dumdum. Selain berbahaya bagi anak-anak, penggunaan petasan dapat berpotensi pada kebakaran maupun cidera. Selain menegur dan memberikan edukasi bahaya petasan, personil Brimob kemudian menyita petasan rakitan dum-dum tersebut.

Dansat Brimob Polda Sulteng Kombes Pol Joko Sulistio, S.I.K., M.H. dalam beberapa kesempatan menegaskan kepada jajarannya untuk senantiasa menghadirkan negara ditengah-tengah masyarakat. Salah satunya dengan pelaksanaan patroli humanis ke zona pemukiman warga dan wilayah-wilayah rawan tidak kejahatan. Hal ini bertujuan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga untuk beraktifitas sekaligus menjadi efek deteren bagi pelaku kesahatan untuk melancarkan aksinya.

Menurut Satjipto Rahardjo, seorang guru besar emeritus dalam bidang hukum, dosen, penulis dan aktivis penegakan hukum Indonesia. Kualitas dan keberdayaan polisi dalam menanggulangi kriminalitas merupakan salah satu faktor yang sangat menentukan efektif atau tidaknya ketentuan hukum yang berlaku, khususnya dibidang kriminalitas yang menjadi tugas pokok aparat kepolisian. Hal ini dikarenakan polisilah yang paling banyak berhubungan langsung dengan masyarakat dibandingkan dengan penegak hukum lain yang berada “dibalik tembok tinggi” perkantoran tempat mereka bekerja sehari-harinya.
( Faisal/Hms)

Komentar

News Feed