oleh

Irjen Pol Dr. Agung Makbul : Pengembangan SDM Unggul Berwawasan Kebangsaan guna Terjaganya Stabilitas Ketahanan Nasional”

Investigasi Bhayangkara Indonesia, Surakarta – Irjen Pol Dr. Agung Makbul selaku STAF AHLI MENTERI KOORDINATOR BIDANG POLITIK, HUKUM DAN KEAMANAN REPUBLIK INDONESIA Membuka acara Rapat Koordinasi yang membahas Isu Strategis, dengan tema : “Pengembangan SDM Unggul Berwawasan Kebangsaan Melalui Science Techno Park, Pendidikan Vokasi, dan Penanaman Nilai Pancasila Dalam Rangka Menyambut Bonus Demografi Era Revolusi Industri 4.0 Guna Terjaganya Stabilitas Ketahanan Nasional”.
 
Irjen Pol Dr. Agung Makbul mengatakan ” Saya sungguh berbahagia atas sambutan yang begitu hangat dari Bapak/Ibu sekalian dan diberikan kesempatan oleh Tuhan YME untuk dapat duduk bersama dengan para pemangku kebijakan di Kota Surakarta dalam kegiatan rapat koordinasi pada hari ini. Pada kesempatan yang baik ini, ijinkan saya untuk menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta rapat sekalian dan mengingatkan kepada hadirin sekalian untuk selalu melaksanakan protokol kesehatan yang ketat dengan melaksanakan 3M (Menjaga jarak, menggunakan masker dan mencuci tangan) dalam rangka pencegahan penularan covid-19 Harap Irjen Pol Dr Agung Makbul selaku Staf Ahli Menko Polhukam.


” Pada Pidato Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden tanggal 20 Oktober 2020, Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa Indonesia berpotensi besar untuk keluar dari jebakan negara berpenghasilan menengah karena saat ini Indonesia sedang berada di puncak bonus demografi di mana penduduk usia produktif jauh lebih tinggi dibandingkan usia tidak produktif. Hal ini tentu menjadi tantangan besar sekaligus sebuah kesempatan besar.

Namun akan menjadi masalah besar jika pemerintah tidak mampu menyediakan kesempatan kerja, tetapi jika pemerintah mampu membangun SDM yang unggul, hal tersebut akan menjadi sebuah kesempatan besar dengan didukung oleh ekosistem politik yang kondusif dan ekosistem ekonomi yang kondusif.
Sebagai gambaran strategis akan saya sampaikan beberapa hal:

1.     Jumlah penduduk Indonesia dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan yaitu pada tahun 2018 sebanyak 265 juta jiwa, tahun 2019 sebanyak 267 juta jiwa, dan pada tahun 2020 mencapai 269,6 juta jiwa yang tersebar di 34 provinsi, 514 Kabupaten/kota, 7.094 Kecamatan, 8.490 kelurahan, dan 74.957 desa di Indonesia. Selain itu pada tahun 2020 sampai dengan 2030 Indonesia akan mengalami bonus demografi.

2.     Pada tahun 2020, jumlah penduduk usia produktif (15-65 tahun) di Indonesia mencapai 185,22 juta jiwa atau sekitar 68,7% dari total populasi. Sementara kelompok usia belum produktif (0-14 tahun) sebanyak 66,05 juta jiwa atau 24,5%, dan kelompok usia sudah tidak produktif (di atas 65 tahun) sebanyak 18,06 juta jiwa atau 6,7% dari total populasi.

3.     Berdasarkan sebuah studi yang dilakukan oleh International Labour Organazition (ILO), di era teknologi yang semakin canggih tidak hanya berdampak kepada sektor digital dan komputerisasi, akan tetapi juga dapat menggeser gaya hidup, ketersediaan lapangan pekerjaan dan hal lainnya. Selain itu di wilayah ASEAN diprediksi lebih dari 60% pekerjaan berupah di bidang elektronika, otomotif, dan tekstil serta pakaian terancam dan mungkin akan hilang karena otomatisasi/disruptive technology.

4.     Revolusi industri telah berlangsung sebanyak 4 (empat) kali, yaitu revolusi industi pertama ditandai dengan penemuan mesin yang dapat menggantikan tenaga kerja manual. Revolusi industri kedua ditandai dengan penemuan dan penggunaan listrik sebagai sumber energi semakin mempercepat hasil keluaran industri barang pabrikan. Revolusi industri ketiga ditandai dengan teknologi informasi   dan proses produksi yang dikendalikan   secara otomatis, penggunaan komputer, miniaturisasi semi konduktor, serat optik dan pengembangan internet menjadi pengantar pada apa yang dikenal sebagai revolusi digital. Sedangkan revolusi industri keempat ditandai dengan perubahan industri terkini dengan dukungan revolusi digital dan memadukan berbagai jenis teknologi mutahir.

5.     Dalam RPJMN 2020-2024 terdapat salah satu agenda pembangunan yang berisi “meningkatkan sumber daya manusia berkualitas dan berdaya saing, yang dititikberatkan pada pemenuhan layanan dasar seperti pemerataan layanan pendidikan berkualitas dan meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan menuju cakupan kesehatan semesta, memperkuat pelaksanaan perlindungan sosial, meningkatkan kualitas anak, perempuan, dan pemuda, mengentaskan kemiskinan, meningkatkan produktivitas dan daya saing SDM, serta mengendalikan pertumbuhan penduduk”.

Beberapa hal yang saya sampaikan di atas perlu menjadi perhatian bersama bahwa dalam pengembangan SDM unggul Pemerintah melalui K/L terkait telah menggagas pembangunan STP yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas SDM.

Hadirin sekalian yang berbahagia,
Kita ketahui bersama bahwa berdasarkan data BPS tahun 2019 Kota Surakarta memiliki 2 perguruan tinggi negeri dan 40 perguruan tinggi swasta dengan total mahasiswa 94.823 orang. Hal ini menjadi keunggulan tersendiri untuk dapat menciptakan SDM unggul berdaya saing.


 Selain itu berdasarkan data yang ada, jumlah penduduk Kota Surakarta pada tahun 2018 adalah 569.711 jiwa, yang terdiri dari laki-laki 280.517 jiwa dan perempuan 289.194 jiwa. Rasio jenis kelamin di Kota Surakarta sebesar 97 %, hal ini menunjukkan bahwa penduduk laki laki lebih sedikit dibandingkan dengan penduduk perempuan.

Jika dikaitkan dengan kelompok umur tampak bahwa proporsi penduduk perempuan yang lebih besar berada pada kelompok-kelompok umur produktif. Kota Surakarta pada tahun 2018 sudah mulai mengalami “Bonus Demografi” dimana usia produktif jumlahnya melebihi dari usia tidak produktif.


Bonus demografi yang ada tidak dapat dihindari dan harus ditangani dengan bijak agar dapat menjadi momentum kemajuan bangsa dan negara. Oleh karenanya pengembangan SDM unggul berwawasan kebangsaan perlu mendapatkan perhatian dan penanganan secara tepat dikarenakan kedepannya dapat memberikan dampak kepada perkembangan politik, hukum, dan keamanan nasional.

Di tengah upaya untuk mengembangkan SDM unggul penting untuk menjadi perhatian bersama bahwa Surakarta merupakan salah satu daerah rawan penyebaran radikalisme, ideologi meyimpang, dan teorisme. Pada pertengahan tahun 2020 tim Densus 88 menangkap Jamaah Ansharut Daulah (JAD) di Solo. Selain itu perlu menjadi atensi bahwa saat ini banyak masyarakat/siswa/mahasiswa yang dapat mengakses informasi secara bebas tentang terorisme, radikalisme dan paham lainnya yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945.

Hadirin sekalian yang berbahagia,
Kondisi inilah yang melatarbelakangi diselenggarakannya kegiatan rapat koordinasi pada hari ini. Kami dari Kemenko Polhukam ingin mengetahui langkah-langkah apa saja yang telah, sedang, dan akan dilakukan dalam pengembangan SDM Unggul di Kota Surakarta guna mendukung Indonesia Maju.

Saya berharap, kita semua yang hadir di sini dapat memperoleh manfaat dari diskusi-diskusi yang berlangsung. Saya juga berharap semoga melalui acara ini, seluruh peserta rapat koordinasi dapat mengembangkan dan mempererat networks dan hubungan kerja sama yang sudah terjalin dengan baik selama ini dalam rangka berbagi pengalaman-pengalaman terbaik untuk mencari solusi terhadap berbagai permasalahan yang dihadapi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Sebagai penutup, saya mengucapkan terima kasih atas kesediaan hadirin sekalian untuk bersama-sama mengambil bagian dalam pertemuan yang strategis ini.” Jelas Irjen Pol Dr Agung Makbul ( Staf Ahli Menkpolhukam)

Komentar

News Feed