oleh

IRJEN WAHYU WIDADA, PANGLIMA PERANG BERANGUS NARKOBA DI ACEH

BANDA ACEH – Investigasi Bhayangkara Indonesia com Komitmen Kapolda Aceh, Irjen Pol Wahyu Widada dalam pemberantasan peredaran Narkotika dan Obat-obatan terlarang (Narkoba) di Aceh patut diancungi jempol. Sejak menjabat pada 2 Februari 2020 Sebagai Kapolda Aceh, hingga saat ini, Kepolisian Daerah (Polda) Aceh yang dipimpim Wahyu telah membuat sejumlah bandar dan pengedar ketakutan serta berpikir dua kali untuk beroperasi.

Sejumlah penyeludupan dan peredaran Narkoba berhasil digagalkan. Dari Januari sampai Desember 2020 jajaran Polda aceh telah menangani 1.543 kasus dengan jumlah tersangka mencapai 2.144 orang,62 diantara wanita. Sedangkan barang bukti (BB) Narkoba yang diamankan ada 469,5 kilogram sabu, 1,5 ton ganja serta 138 ribu butir ekstasi.

Selain itu personil Ditnarkoba Polda Aceh juga menemukan 83,3 hektar ladang ganja hasil operasi yang dilakukan oleh .

“Ini baru hasil operasi Polda Aceh dengan instansi lainnya. Belum lagi hasil pengungkapan dari pihak BNN, BNNP Aceh. Saya yakin jumlahnya pasti bertambah. Kami akan menindak tegas semua bandar, kurir, maupun pengecer barang haram tersebut,” sebut Wahyu dalam konferensi akhir tahun, pada 20 Desember 2020 lalu.

Saat itu Wahyu mengungkapkan bahwa Sabu-sabu dan ekstasi tersebut, itu berasal dari luar, Aceh menurutnya masih di jadikan tempat transit atau tempat singgah sebelum barang haram itu didistribusikan ke berbagai provinsi di Indonesia.

Jumlah kasus narkoba di 2020 terjadi penurunan dibandingkan 2019, namun untuk barang bukti narkoba jenis sabu terjadi peningkatan signifikan. Pada tahun 2020 barang bukti sabu mencapai 479,5 kilogram, tahun lalu sabu yang disita hanya 96 kilogram. Menurut Wahyu,Sabu sebagian diedarkan di Aceh sebagian lagi dibawa keluar Aceh.

Diinternal Polda Aceh, Wahyu juga telah memecat 11 orang personil yang terlibat narkoba.

Wahyu menyebutkan pemberantasan narkoba menjadi fokus dirinya dan jajaran Polda Aceh, karena narkoba dapat mengancam keselamatan generasi muda di Aceh.

“Semua kasus narkoba tersebut tuntas ditangani dan telah dilimpahkan ke Pengadilan untuk proses persidangan,” ungkap Kapolda Aceh Irjen Pol Wahyu Widada.

Selain pemberantasan Narkoba, selama kepemimpinan Wahyu Widada sejumlah kasus lain juga sukses ditangani Polda Aceh. Di bidang Reskrimum, pencurian biasa mencapai 608 kasus, kemudian disusul penganiayaan ringan (Aniring) 568 kasus, pencurian kenderaan bermotor 337 kasus, penipuan 329 kasus, sedangkan pencurian dengan pemberatan terdapat 282 kasus.

Total kejahatan konvensional sebanyak 4.149 kasus dengan penyelesaian 2.471 atau 60 persen.

Sedangkan kasus lalu lintas di tahun 2020, terjadi penurunan jumlah kasus. Dimana 2019 terdapat 4.233 kasus, sedangkan tahun ini 3.126 kasus. Korban meninggal dunia terjadi penurunan 186 orang.

Selanjutnya, tindak pidana korupsi yang ditangani Polda Aceh tahun ini sebanyak 61 berkas perkara dengan penyelesaian 27 berkas perkara.

Sedangkan diinternal Polda Aceh, kasus pelanggaran disiplin ada 185 perkara, pidana narkoba 11 perkara dan pelanggaran kode etik sebanyak 134 perkara.

Jumlah pelanggaran berdasarkan kepangkatan, terbanyak dari Brigadir dengan 288 personel dan perwira pertama 33 personel. Sedangkan perwira menengah yang melakukan pelanggaran lima personel, tamtama dua personel dan ASN ada dua personel.

Report Chandra 4/4/21

Komentar

News Feed