Jaksa Agung Burhanuddin Ingatkan Jajaran Adhyaksa, Yang Saya Perlukan Jaksa ‘Berintegritas dan Pintar’

Investigasi Bhayangkara Indonesia| JAKARTA-Burhanuddin selaku Jaksa Agung Republik Indonesia menegaskan bahwa integritas dan profesionalisme harus sudah menjadi standar minimum yang harus dimiliki oleh setiap insan Adhyaksa, malah tidak bosan-bosannya menyatakan bahwa saya tak membutuhkan Jaksa yang pintar tetapi tidak bermoral dan saya juga tidak butuh Jaksa yang cerdas tetapi tidak berintegritas.

“Yang saya butuhkan adalah para Jaksa yang pintar dan berintegritas,” tandasnya disela-sela Jaksa Agung memberikan pengarahan kepada Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan beserta Pejabat Utama Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan dan kepada para Kepala Kejaksaan Negeri se-Sumatera Selatan beserta jajarannya di Aula Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan pada hari Kamis (25/11) lalu.

Pernyataan Jaksa Agung, integritas adalah segala tindakan yang menggambarkan kejujuran dan kewibawaan seseorang dalam menjalankan tugasnya. Integritas sendiri dapat dilihat dari mutu, sifat, dan keadaan seseorang sehingga seseorang yang memiliki integritas sangat bisa diberi kepercayaan karena selalu bertindak transparan, konsisten, bertanggung jawab dan objektif.

“Oleh karenanya, saya tekankan kepada seluruh insan Adhyaksa bahwa integritas bukan hanya sebuah tagline semata, integritas harus dilaksanakan baik melalui ucapan, tingkah laku dan tindakan nyata serta tingkatkan pengawasan melekat secara intensif kepada setiap anggotanya, sebab bila anggota saudara melakukan perbuatan tercela maka akan dievaluasi hingga 2 (dua) tingkat ke atas, sebagaimana telah saya sampaikan dalam Surat Jaksa Agung Nomor: R-95/A/SUJA/09/2021 tentang Peneguhan Komitmen Integritas,”ujar Jaksa Agung.

Jaksa Agung menutup pesan, “sudah banyak pegawai yang ditindak serta dipidanakan karena telah menggadaikan integritas dan martabat institusi. Penindakan itu tentunya terkandung maksud untuk memberikan efek jera bagi semua, karena saya tidak ingin jika sikap dan perilaku saudara mencoreng doktrin Tri Krama Adhyaksa.”harapnya.