oleh

Jamaah Islamiyah Rekrut Anak Muda Cerdas Dari Ponpes Jadi Teroris

Investigasi Bhayangkara Indonesia com Kelompok teroris Jamaah Islamiyah (JI) tak lagi melakukan latihan paramiliter di gunung atau hutan.

Kelompok ini melatih para kader yang barunya di vila dua lantai di Bandungan, Semarang, Jawa Tengah. Para kader baru yang umumnya adalah anak-anak muda cerdas ini merupakan ranking 1 hingga 10 dari beberapa pondok pesantren.

“Target jaringan tersebut mendapatkan anak cerdas dengan ranking 1-10 di ponpes-nya untuk dijadikan pemimpin masa depan JI,” jelas Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Raden Prabowo Argo Yuwono, S.I.K, M.Si , minggu (27/12)

Program latihan yang diberikan JI ini berupa pelatihan menggunakan senjata api, pelatihan perbengkelan, pelatihan perakitan bom, pelatihan penyergapan yang mereka sebut sebagai pasukan khusus dengan seragam khusus. Sejak 2013 hingga 2018, setidaknya JI sudah mencetak tujuh angkatan dengan menjaring 95 anak muda.

Latihan tersebut dilakukan di pusat latihan jaringan teroris di Semarang, Jawa Tengah.

Salah satu pelatihnya berinsial JP ditangkap pada 2019 lalu dan kini berstatus narapidana dengan masa hukuman 3 tahun 8 bulan penjara.

“Setelah pelatihan di sini, generasi muda ini selanjutnya dikirim ke Suriah untuk mendalami pelatihan militer dan perakitan senjata api serta bom, dengan tujuan untuk menjadi pemimpin masa depan (JI),” jelas Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Raden Prabowo Argo Yuwono, S.I.K, M.Si.

Reporter : Wahyu Widodo

Komentar

News Feed