Jatuh Tempo, Nasabah Geram Barang Dagangannya Dirampas Koperasi Kemuning Mitra Persada

JA-BAR868 Dilihat

Investigasi Bhayangkara Indonesia
TASIKMALAYA, Diduga karena telat membayar cicilan atau jatuh tempo, salah seorang nasabah geram lantaran barang barang dagangannya diambil paksa dan diangkut ke mobil oleh pihak Koperasi Kemuning Mitra Persada.

Padahal keberadaan koperasi bertujuan agar dapat saling membantu dalam hal ekonomi. Oleh karena itu, koperasi ini melayani anggotanya untuk simpan pinjam dana, membantu modal usaha, pendanaan darurat dan lainnya.

Tentu saja, nasabah tidak terima dengan perlakuan tersebut, sehingga mengerahkan puluhan warga untuk menggeruduk kantor Cabang Koperasi Mitra Persada yang berlokasi di Cibogor Kelurahan Sukamah Kecamatan Cipedes Kota Tasikmalaya dan meminta barang milik nasabah untuk segera di kembalikan, karena nilai hutang lebih kecil dari pada barang yang di sita Koperasi Mitra Persada. Selasa (8/3/2022).

Dalam kejadian ini sempat memanas terjadi dorong mendorong antara warga dengan pihak Koperasi Mitra Persada. Beruntung dari jajaran Polsek dan Koramil Indihiang datang untuk melakukan pengamanan.

Maryani nasabah asal Cikoneng Kabupaten Ciamis yang menjadi korban menyampaikan, awalnya ia meminjam Rp.15 juta, namun saat utang telah berkurang menjadi Rp 12,5 Juta, Maryani mengaku tak mampu bayar cicilan sudah jatuh tempo, karena kondisi usahanyan menurun dengan kondisi Pandemi sekarang.

Kejadian perampasan barang dagangan kelontongan nasabah itu diketahui pada pukul 20.00 Wib. Masyani kedatangan 25 orang dari pihak Koperasi Mitra Persada dan mengambil barang-barang dagangannya dengan jumlah puluhan juta rupiah, tanpa ada konfirmasi terlebih dahulu.

“Padahal hutang saya tinggal Rp 12,5 juta, apakah tidak ada cara lain yang lebih bijaksana dari pihak Koperasi Mitra Persada, sehingga melakukan penjarahan ke Toko Klontongan dengan mengerahkan 25 Orang suruhannya,” ucap Maryani.

Kapolsek Indihiang, Kompol Didik Rohim Hadi mengatakan, pihaknya masih mengumpulkan keterangan terkait kasus tersebut.

“Masih dalam penyelidikan, termasuk memintai keterangan sejumlah saksi. Hasilnya apakah ada unsur pidana atau tidak nanti diumumkan,” ujar Didik.

Sementara, Kepala Bidang Ketertiban Umum, Ketentraman Masyarakat dan Perlindungan Masyarakat Satpol-PP Kota Tasikmalaya Budi Hermawan, SH, M.Si mengatakan, bangunannya disegel dulu, semua data-data sudah cukup dan akan ada proses sesuai administrasi yang masih ada maupun dari yang lainnya.

“Kita akan selesaikan, adapun barang-barang yang rusak atau yang ada di kantor Koperasi Mitra Persada kita jadikan perhitungan,” tandas Budi. (Jaya/Encep Dian )

Sumber : Humas Polres Tasikmalaya