oleh

KABID HUMAS: KAMI MEMINTA KEPADA WARGA UNTUK MEMPERHATIKAN WAKTU AKTIFITAS SEHINGGA TIDAK TERJEBAK PENYEKATAN APARAT DILAPANGAN

Investigasibbayangkara.com, Jayapura – Pada hari Kamis tanggal 28 Mei 2020 pukul 08.00 wit, bertempat di Media Center Bid Humas Polda Papua, telah dilaksanakan dilalog interaktif dalam program Polisi Menyapa dengan topik “Hikmah Lebaran di Masa Pandemi Covid-19”.

Hadir sebagai narasumber Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Drs. Ahmad Musthofa Kamal, S.H, Pdt. Mathan Ayorbaba, M.Th,. (FKUB) Prov. Papua dan DR. Hariman Dahrif (MUI) Prov. Papua.

Adapun penyampaian dalam dialog tersebut Kabid Humas mengatakan, pertama kami mengucapkan selamat Idul fitri 1441 H kepada seluruh saudara kami di mana saja dan dan tak lupa kami mengucapkan terimakasih atas kesungguhan untuk menjalankan himbaun Pemerintah yang mana telah melaksanakan ibadah di rumah masing-masing serta bersilaturahmi melalui media sosial yang saat ini kita dapat menggunakan teknologi modern. Ada hikmah yang kita dapatkan dalam Idul Fitri 1441 H pada masa pandemi Covid-19, yang dulunya hanya mengikuti Sholat di tempat-tempat Ibadah namun kini Kepala Keluarga harus bisa menjadi Imam atau memimpin Sholat di rumah masing-masing.

Secara keseluruhan situasi kamtibmas di wilayah hukum Polda Papua secara komulatif aman dan kondusif. Kita ketahui bersama saat ini Polda Papua tengah melaksanakan 3 Operasi Kepolisian yakni Operasi Ketupat Matoa 2020 yang bertujuan untuk memantau arus mudik serta arus balik lebaran, Operasi Bina Kusuma dalam rangka menekan premanisme dan Operasi Aman Nusa II dalam rangka penanganan Covid-19 di Provinsi Papua.

Tak bosan-bosannya kami terus menghimbau kepada warga dengan adanya kesepakatan bersama Forkopimda Papua agar memperhatikan waktu aktifitas diluar rumah dengan baik agar tidak terkena atau terjebak penyekatan yang aparat gabungan di lapangan. Hal ini bertujuan agar tidak terjadi hal hal yang tidak diinginkan, maka dari itu tepat pukul 14.00 WIT kami harapkan agar seluruh aktivitas masyarakat dihentikan.

Memang situasi dan kondisi di Provinsi Papua tetang Covid-19 sudah sampai pada angka 652 kasus positif, mudah-mudahan apa yang direncanakn pimpinan pusat dan daerah terakit New Normal tentunya dampak positif negatifnya ada, tetapi pada tanggal 4 Juni akan dilakukan evalusai untuk mengambil kebijakan selanjutnya.

Sesuai dengan kebijakan Pemerintah Pusat bahwa kedepan akan diterapkan New Normal, ini untuk menjaga stabilitas ekonomi masyarakat karena dari kepolisian sendiri jika ekonomi masyarakat terganggu tentunya akan menimbulkan atau muncul gangguan kamtibmas. New normal dalah normalisai seperti biasanya tetatpi tetap memperhatikan protokol kesehatan, tujuan tidak lain membangun ekonomi masyarakat dan ekonomi negara. Kemarin kami melaksanakan pemantauan di Wilayah Kota Jayapura dan di sana rekan kami dari Satgas Ops Aman Nusa II melaksanakan tugas dengan baik untuk mengawal pergerakan masyarakat agar mematuhi himbauan pemerintah untuk tidak beraktivitas di atas pukul 14.00 hingga 06.00 wit.

Pdt. Mathan Ayorbaba, M.Th, mengatakan, Pertama saya mengucapkan kepada saudara kami umat muslim selamat merayakan Hari Raya Idul Fitri 1441 H dan kami juga memberikan apresiasi kepada pemerintah dan gugus tugas yang dengan gencar memberikan sosialisasi kepada seluruh masyarakat. Apresiasi kepada NU dan MUI seluruh Umat Muslim menerapkan kebijakan pemerintah untuk tahun ini melakukan beribadah di rumah masing-masing dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19 di tanah Papua.

Dalam masa Covid-19 pelaksanaan lebaran dengan beribadah di rumah tidak mengurangi hikmat dari Hari besar itu sendiri, dari sisi Kristen kami melihat lebih mendekatkan diri kepada Tuhan jadi menurut kami ini sesuatu yang luar biasa. Kami juga bersyukur dengan lebaran ini semua orang bisa menjaga keselamatannya dengan menghindari penyebaran pandemi Covid-19 dan semoga menbawa berkat untuk kita semua.

DR. Hariman Dahrif (MUI) mengatakan, pertama saya menyampaikan mohon maaf maaf lahir dan batin kepada seluruh ulama dan masyarakat di Tanah Papua. Covid-19 memberi banyak pelajaran, kita perlu mengetahui bahwa agama ini ada untuk melindungi jiwa kita.

Himbauan pemerintah bahwa satu yaitu mengikuti ibadah di tempat masing-masing tetapi ada hikmahnya, yakini keluarga bisa beribhadah di rumah bersama dan memperat hubungan dengan kelaurga. Yang terpenting bagi kami dalah sprit atau agama selalu di bawa kemana-mana, bahwasanya protokol kesehatan bisa diberlakukakn juga di tempat ibadah yang merupakan suatu kerinduan bagi kami umat beragama untuk melakukan ibadah bersama.

IPada sesi Closing Statement, narasumber Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Drs. Ahmad Musthofa Kamal, S.H, Pdt. Mathan Ayorbaba, M.Th,. (FKUB) Prov. Papua dan DR. Hariman Dahrif (MUI) Prov. Papua menyampaikan agar bersama-bersama menjaga situasi Wiayah Papua agar tetap kondusif, tetap melaksankan apa yang telah menjadi ketetapan pemerintah pusat dan daerah serta tetap memperhatikan protokol kesehatan dalam rangka memutus mata rantai Covid-19 di Provinsi Papua.

Jayapura, 28 Mei 2020

Komentar

News Feed