Kajari Kubar : Uang Negara Sebesar Rp 302, 500 juta Diselamatkan Dari Kasus BPBD Kubar 

Berita Hari Ini314 Dilihat

Investigasi Bhayangkara Indonesia, KUTAI BARAT (Kaltim) | Dalam rangka pemulihan uang negara, Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Kalimantan Timur terus memburu uang dan aset milik tersangka maupun saksi dalam Kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) yang terjadi dalam Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kubar.

“Pasca penahanan dua tersangka dalam kasus dugaan tipikor di BPBD Kubar, kami (Tim Penyidik Kejari Kubar) telah melakukan penyidikan kepada 114 saksi. Yakni 49 dari TKK dan 65 dari petinggi kampung,”terang Kajari Kubar, Bayu Pramesti SH saat mengadakan Pers Rilis didampingi Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Iswan Noor, dan Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Ricky Rionart Panggabean di Kantor Kejari, Sendawar, Kamis (20/1/2022). 

Menurutnya Kejari Kubar, pihaknya melakukan pemeriksaan dengan pendekatan follow the money. Yakni mendahulukan mencari uang atau harta kekayaan hasil tindak pidana.

“Hal itu untuk menyelamatkan dan memulihkan keuangan negara. Yaitu dengan cara melacak aset,”tuturnya. 

Dalam pemeriksaan terhadap para saksi tersebut, Kejari Kubar berhasil memulihkan keuangan negara sebesar Rp 302.500.000. Juga berhasil disita dari para saksi dalam penyidikan kasus dugaan tipikor di BPBD Kubar sejumlah barang.

“Yaitu 1 unit mobil tipe Toyota Rush 1.5 MT F800RE – GMGFJ Tahun 2019 warna Silver Metalik, dan 1 unit kendaraan bermotor (Sepeda Motor) tipe CBR P5E02R22M1 MT Tahun 2019 Warna Hitam,” bebernya.

Selain itu, Tim Penyidik Kejari Kubar juga berhasil menyita dari para saksi dalam kasus Tipikor BPBD Kubar berupa perabotan rumah tangga. Diantaranya berupa 1  set meja makan, 1 set kursi tamu, 1 set sofa tamu warna hijau, dan 1 unit jam standing  merek Seiko dari tersangka (AD).

“Uang tunai sebanyak Rp 302.500.000 (Tiga Ratus Dua Juta Lima Ratus Ribu Rupiah) yang disita dari para petinggi dan para pegawai atau TKK BPBD Kubar atau dari 114 Saksi. Itu dari jumlah kerugiaan negara sebanyak Rp 1,3 milyar pada kasus korupsi tersangka JN dan AD,” ucapnya.

“Satu unit mobil tersebut disita oleh tim penyidik Kejari Kubar  di Kota Samarinda. Sedangkan yang lainnya di Kutai Barat,” tukas kajari.

Bayu Pramesti menegaskan, pemeriksaan dan  pelacakan aset tersebut yakni dari kasus dugaan  korupsi Dana Program Pencegahan Kebakaran Lahan dan Hutan  (Karhutla). 

Sebelumnya telah diberitakan media dalam kegiatan pembuatan, pemasangan dan sosialisasi rambu-rambu dan papan pengingat pencegahan kebakaran hutan dan lahan Dana Bagi Hasil dan Dana Reboisasi (DBH-DR) Tahun Anggaran 2019 di  BPBD Kubar telah menyeret Kepala BPBD Kubar Jenton dan bawahannya, Adriani dan ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan yang kemudian dititipkan di rumah tahanan Polres Kutai Barat.

(IBI-Paul)