oleh

Kapolda Bersama Forkopimda Sumsel Istiqhosah dan Do’a “Upaya Hukum Tindakan Terakhir”

Investigasi Bhayangkara Indonesia .com Sumsel-Palembang

Polda Sumatera Selatan bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Sumsel, menggelar Istiqhosah dan doa bersama Sumsel untuk Indonesia Aman, Sehat bebas Covid-19 dan Karhutlah di masjid Assa’adah Mapolda Sumsel. Rabu (16/06/2021).

Do’a serta Zikir dibacakan Habib Muhammad Naufal bin Ja’far Shahab atau yang lebih dikenal dengan sebutan ustad Amak Shahab.

Sedianya istiqhosah dan do’a bersama karhutlah dihadiri Gubernur Herman Deru. Namun diwakili Plt Sekda Ahmad Najib yang dihadiri juga Pangdam II Sriwijaya, diwakili Kasdam II Sriwijaya Brigjend TNI M .Zamroni SiP, Danrem 044 Gapo Brigjend TNI Jauhari Agus Suraji,S.IP,Sos, Wakapolda Brigjend Pol Rudi Setiawan S.IK, SH, MH, serta beberapa kepala instansi pemerintahan serta PJU Polda Sumsel, Para Pimpinan Ponpes Sesumatera Selatatan Kakanwil Kemenag Prov Sumsel DR.H.Muchlisuddin SH, MA,MUI Prov Sumsel, FKUB Sumsel.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof Dr Eko Indra Heri S MM pada kesempatan itu mengatakan sebelumnya kegiatan istiqhosah ini dilaksanakan di Ponpes Talang Jambe Palembang. Namun kali ini, Istiqhosah dilaksanakan di Mapolda Sumsel serta diikuti Forkompimda di semua kota dan kabupaten dalam wilayah Jajaran Polres Polda Sumsel secara Virtual.

“Hari ini kita adakan di masjid ini. Untuk bersama-sama berdo’a. Dimana do’a merupakan bagian dari ikhtiar. Apalagi kita tengah mengalami banyak musibah. Tak hanya kebakaran hutan, tetapi pandemi yang tengah berlangsung saat ini, dan kita kasus covid-19 yang dihadapi cukup tinggi,” jelasnya.

Dari data yang kita dapatkan kota Palembang dan Muara Enim sendiri masuk dalam zona merah. “Ini sarana intropeksi kita bersama. Itu semua datang dari Allah da kita harus percaya,” ujarnya.

Terkait dengan adanya PPKM, dijelasksan jendral bintang dua ini bahwsanya dia sangat responsif dengan adanya laporan. Termasuk adanya teguran dan kartu kuning bagi beberapa café yang masih berjualan. “Ada satu café malah yang kita kenakan tipiring. Karena pengunjung yang datang terlalu banyak. Tapi kita upayakan persuasive terlebih dahulu,” jelasnya.
Menurutnya dalam melakukan teguran kepada pemilik café terus dilakukan. “Upaya hukum adalah upaya terakhir jika pemilik café tidak mentaati apa yang telah ditentukan pemerintah. Mengingat sejauh ini giat sosialisasi terus dilakukan oleh jajaran TNI dan Polri, untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19,” kata dia singkat.

Pada kesempatan itu juga Jenderal Eko menambahkan dengan adanya Istiqhosah ini diharapkan karhutlah yang bakal terjadi tidak sebesar seperti pada tahun-tahun sebelumnya. “Yang jelas kita mengajak semua stakeholder untuk menghadapi musibah ini dengan selalu berama-sama untuk berdoa,” jelas Jenderal EKo. (Amru IBI).

News Feed