oleh

KAPOLDA PAPUA HADIRI FORUM GRUP DISCUSSION BERSAMA FOKOPIMDA PROVINSI, PARA TOKOH PENTING SERTA SELURUH BEM SE-JAYAPURA


Investigasi Bhayangkara Indonesia, com.
Jayapura – Pada hari Selasa tanggal 22 September 2020, bertempat di Aula Tony Rompys Makodam XVII/Cenderawasih, Telah dilaksanakan Kegiatan Forum Group Discussion (FGD) Forkompinda Prov. Papua dengan Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat, Tokoh Perempuan, Cendekiawan, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Se- Jayapura dan Komponen masyarakat lainnya menyikapi perkembangan tren terkini di Papua dengan Thema “Ada Papua di Nusantara”. Kegiatan dipimpin oleh Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asaribab dan dihadiri oleh 100 orang tamu undangan.

Turut hadir dalam kegiatan:
Kapolda Papua Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw, Danlantamal X Laksma TNI Yehezkiel Katiandagho, S.E., M.M., M.H, Danlanud Silas Papare Marsma TNI Dr. Budhi Achmadi, M.Sc., Ketua DPRP Papua Jhony Banua Rouw, SE, Kalanti Papua Heru Pramono, S.H., M. Hum, Rektor Universitas Yapis Papua (Uniyap) periode tahun 2018-2022 Dr. H. Muhdi B. Hi Ibrahim, SE., MM, Irdam XVII/Cenderawasih Brigjen TNI Wachid Apriliyanto, Kapoksahli Pangdam XVII/Cenderawasih Brigjen TNI Heru Setyo Paripurnawan M.D.A, Para Asisten Kasdam XVII/Cenderawasih, Kakesbangpol Provinsi Papua Musa Isir, S. Sos, Ketua Komnas HAM Perwakilan Provinsi Papua Frits Ramandey, Dosen Ketahanan Nasional Universitas Indonesia Margaretha Hanita, Pembantu Rektor IV Uncen Fredirk Sokoy, S. Sos., M. Sos Direktur Hotel Sahid Papua Syahril Hasan, SE, Ketua Yayasan Pendidikan Kristen di Tanah Papua Dr. Nomensen ST Mambraku, Ketua Wilayah Adat Lapago Agus Kogoya, Tokoh masyarakat, Tokoh Agama dan Perwakilan Mahasiswa ASMI Fredirk Fonataba.

Adapaun sambutan dari Pangdam XVII/Cenderawasih yang mengatakan bahwa Permasalahan di Papua perlu diimbangi dengan menyiapkan SDM generasi muda Papua sebagai kadensasi calon Pemimpin Papua di era milenial yang dipersiapkan secara dini oleh pemerintah melalui pembangunan Leadership Center Papua yang akan melahirkan SDM generasi muda Papua yang smart.

Artinya bahwa SDM Papua tidak hanya cerdas dan terampil semata namun diimbangi juga memiliki integrilas spiritual dan mental ideologi Pancasila yang kokoh dan kuat serta memiliki kesadaran bela Negara yang tinggi. Kondisi tersebut akan menjadi energi hebat untuk bersama membangun Papua dengan hati dan membebaskan Papua dari berbagai konflik, kemiskinan dan keterbelakangan.

Inilah solusi komprehensif yang sejatinya harus dijadikan pedoman oleh setiap generasi TNI yang bertugas di Papua dalam memandang Papua secara holistik, integral dan komprehensif, Pada sisi lain kompleksitas permasalahan mendasar yang berlarut di wilayah Papua dengan kemiskinan, keterisolasian dan keterbelakangan. Selanjutnya perlu juga dicermati kembali masalah kesejahteraan masyarakat Papua yang belum mencapai standar yang diharapkan.

Masih banyaknya jumlah penduduk miskin ini diikuti dengan semakin menguatnya aksi Saudara-saudara Papua yang berbeda pandapat sejak tahun 1963 yang hingga saat ini terus berlanjut. Hal ini dibuktikan dengan berbagai insiden rasisme terhadap Mahasiswa Orang Asli Papua (OAP) yang berada di wilayah Surabaya, Jawa Timur pada bulan Agustus 2019. Fenomena tersebut tersebar melatui media sosial sehingga mampu menjadi pemicu pergerakan massa di berbagai wilayah NKRI termasuk di wilayah Papua yang berujung tindakan anarkis.

Sejarah Papua menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui Penetapan PBB sebagai tindak lanjut hasil jajak pendapat umum yang dilakukan pada tahun 1962. Seluruh wilayah lrian Barat (sekarang Papua) menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari wilayah Republik Indonesia. Papua merupakan pulau yang kaya akan kekayaan alam dan keragaman budaya yang tidak terpisahkan dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Sejarah masuknya Irian Barat (Papua) ke dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sudah menjadi keputusan mutlak. sehingga Papua menjadi bagian dari NKRI dan hal ini menjadi keputusan Mal yang diak

Komentar

News Feed