oleh

KAPOLRES JAYAWIJAYA MEDIASI DUA KAMPUNG YANG BERTIKAI

Investigasi Bhayangkara Indonesia com. Jayapura – Pada hari Jumat tanggal 22 Agustus 2020, Kapolres memediasi kasus pertikaian antara masyarakat Kampung Meagama dan Kampung Wukahilapok.

Kapolres berharap agar kedua belah pihak menghentikan konflik saling serang yang terjadi mulai dari tanggal 18 Agustus sampai sekarang. Polres Jayawijaya berusaha untuk melerai dan menenangkan kedua belah pihak sehingga bentrok tidak meluas dan tidak ada lagi korban yang berjatuhan.

Tanggal 19 Agustus perang kita bisa hentikan dan tidak ada korban dari kedua belah pihak, dan kemarin tanggal 20 Agustus hingga hari ini kita berupaya untuk menggiring tokoh-tokoh kedua belah pihak dan hari ini sementara pembicaraan telah berjalan, kita memperkecil masalah dan sudah mengarah ke jalur damai, damai dalam hal ini meletakan busur/panah tidak berperang sedangkan denda adat dan sebagainya sementara akan di bawa ke honai adat kemudian mereka akan dibicarakan.

Sampai saat ini Kepolisian Polres Jayawijaya masih berada di batas wilayah Distrik Pelebaga dan Kampung Meagama Distrik Hubikosi.

Untuk mengantisipasi berkembangnya masalah ini Jajaran Kepolisian ini sudah 2 (dua) hari ini melakukan razia – razia, kegiatan kepolisian berupa Patroli dan melakukan penyitaan terhadap benda-benda tajam yang sudah kita lakukan di tiga titik seperti di jalan menuju Kampung Meagama, kemudian kawasan menuju Distrik Pelebaga dan juga di kawasan kota di Kampung Lantipo.

Saat ini mereka berusaha untuk kedua belah pihak bisa bertemu, agar bisa memandu dan memfasilitasi ada dialog antara kedua belah pihak, dimana dari dialog ini mereka bisa bersama-sama merasakan secara terbuka dan hasil pertemuan tersebut dari pihak pertama Pelebaga menyatakan pihaknya bersalah dan siap di denda secara adat.

Karena mereka menyerang dan membunuh Ismail Elopere itu di berdasarkan curiga, berdasarkan secara adat akhirnya Ismail dibunuh, dampak dari Ismail Elopere meninggal mereka menyerang dan membunuh lagi Yairus tetapi dari pihak pertama mereka menyatakan bersalah.

Kapolres juga menegaskan bahwa kedepannya masyarakat harus membangun komunikasi dengan adat agar pola-pola mencurigai adat ini dan akhirnya orang mati cuma-cuma, kita harus berusaha terus kedepan untuk bisa merubah anak-anak muda untuk berkebun bukan berperang.

Jayapura, 23 Agustus 2020

Komentar

News Feed