oleh

Kapolres Kubar AKBP Irwan Yuli Prasetyo : Pembunuhan Di Sumbersari Murni Kriminal Bukan SARA, Pelaku Terancam Hukuman Mati

Investigasi Bhayangkara Indonesia.com – KUTAI BARAT (Kaltim) 
| Pembunuhan Di Sumbersari murni Kriminal dan Bukan SARA.
Hal ini ditegaskan Kapolres Kubar AKBP Irwan Yuli Prasetyo saat menggelar konferensi pers yang didampingi Kasat Reskrim AKP Iswanto kepada awak media di Mako Polres Kubar Barong Tongkok, Selasa 2/2/2021.

Diterangkan, MM (21 thn) pria kelahiran Pasuruan menjadi tersangka pembunuhan tragis yang terjadi yang terjadi di RT 7 desa Sumber Sari kecamatan Barong Tongkok Kutai Barat Kubar Senin, 01/02/2021 sekira pukul 21.00 wita.

AKBP Irwan Yuli Prasetyo mengatakan, pihaknya menerima laporan dari warga setempat dan langsung menuju TKP di rumah tersangka.

“Modus operandi, Pelaku kecewa dan sakit hati kepada korban karena menolak melakukan persetubuhan layaknya suami istri padahal sudah memberikan uang sebesar Rp.2 Juta,” ujar Kapolres.

Lanjut Kapolres, “Pelaku berencana akan membunuh korban Medelin alias Tasya (20 thn) dengan mempersiapkan sebilah pisau yang disimpannya di dalam kamar,” sambungnya.

Kronologis kejadian tersebut berawal pada hari Minggu 17 Januari 2021 sekira pukul 21.00 wita di angkringan kampung Sumber Sari kecamatan Barong Tongkok – Kubar.
Tersangka bertemu dengan korban, kemudian korban meminjam uang Rp. 2 juta, lalu tersangka memberikan uang tersebut dan berniat akan menyetubuhi korban layaknya suami istri, namun korban menolaknya. 
Saat itulah Tersangka merasa kecewa dan sakit hati.

Selanjutnya MM pun menghubungi korban via aplikasi WhatsApp pada Senin, 1 Februari 2021. Tersangka membujuk korban dengan mengimingi uang Rp. 600 ribu.
Tersangka MM menjemput korban di depan salah satu sekolah di kawasan Busur, Kelurahan Barong Tongkok.
Korban pun dibawa ke rumah pelaku. 
Begitu sampai, korban meminta uang yang dijanjikan.
Ternyata pelaku tidak memiliki uang, dan berusaha untuk meminta korban melayani nafsu bejatnya. 
“Karena ditolak, pelaku mengambil pisau yang sudah dipersiapkannya. Pada rentetannya pelaku sudah berencana melakukan pembunuhan terhadap korban,” beber Irwan Yuli Prasetyo.

Lebih lanjut Kapolres menyatakan, MM mengancam korban dengan menggunakan sebuah pisau. Saat bergulat korban sempat berhasil merebut pisau yang digenggam pelaku.
Kemudian menusukkan pisau itu ke kaki pelaku agar menjauh. 

“Setelah ditusuk, tersangka menjadi lebih kalap dan berupaya merebut pisau dari tangan korban. Begitu pisau berhasil direbutnya, langsung menusuk bagian leher korban,” tambah Irwan, seperti kronologis yang didasari pengakuan pelaku setelah ditangkap.

“Ya ini pembunuhan berencana murni kriminal dan bukan SARA, untuk itu diharapkan masyarakat agar tidak terpancing atau terprovokasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dan tidak mengetahui kejadian sebenarnya,” tegas Kapolres.

Kini pelaku telah diamankan berikut barang bukti (BB) 1 helai baju lengan pendek berwarna coklat, 1 helai celana pendek warna coklat, 1 helai BH warna hitam bertuliskan Piaoli dan 1 helai celana dalam wanita berwarna hitam.

Akibat perbuatannya tersangka diduga melanggar tindak pidana, “Barang siapa dengan sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain, diancam karena pembunuhan berencana sebagai mana dimaksud Pasal 340 KUHP Subsider Pasal 338 KUHP Subsider Pasal 351 Ayat 3 KUHP, dengan ancaman hukum mati atau penjara seumur hidup atau penjara sementara selama-lama dua puluh tahun,” pungkas Kapolres Kubar AKBP Irwan Yuli Prasetyo.

Jurnalis : Paul S. Buditomo

Komentar

News Feed